MANOKWARI, cahayapapua.id – Rektor Universitas Papua (Unipa) Meky Sagrim menepis isu dirinya melarang penggunaan lapangan Sport Center untuk kegiatan jalan salib Yesus Kristus oleh umat Katolik Paroki St Thomas Aquinas Amban, Manokwari. Meky Sagrim menegaskan, ia dan seluruh civitas akademika Unipa mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut.
Menurut Meky, ia sudah terlebih dahulu menyetujui surat permohonan penggunaan Sport Center Unipa dari Paroki St Thomas Aquinas Amban, pada Jumat (22/3/2024). Di mana di dalamnya sudah tertera bahwa ia meminta kepada Yusuf Sawaki selaku pengelola Sport Center Unipa untuk membantu kawasan Sport Center agar bisa digunakan Paroki St Thomas Aquinas.
“Jadi tidak ada pernyataan dari kita yang menolak penggunaan Sport Center Unipa seperti yang disebarkan. Itu isu tidak benar. Kami mengecam keras oknum yang telah menyebarkan isu tidak benar itu,” ungkap Meky Sagrim saat memberi klarifikasi kepada awak media, di asrama Villanova Unipa, Kamis (28/3/2024).
Saat memberi keterangan pers, Meky didampingi Wakil Rektor IV Aloysius Edi Widodo. Turut hadir OMK Paroki St Thomas Aquinas Amban.
Ia menjelakan, isu penolakan tersebut muncul bermula saat ia mendapati para anggota Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Thomas Aquinas mengecor salib yang bakal digunakan di halaman rektorat Unipa yang lama.
Pasalnya, di halaman rektorat yang lama juga berdiri gedung Lembaga Penelitian dan Pengabidan kepada Masyarakat dan FKIP Unipa
“Oleh karena itu, saya kemudian meminta kembali anggota OMK untuk kembali kepada kesepakatan awal menggunakan Sport Center Unipa. Karena kita harus menjaga netralitas kampus. Kalau di Sport Center tidak masalah, karena sudah sering digunakan umat agama lain juga, seperti dari jemaat Petrus Amban,” ujarnya.
Pada akhirnya, ia berharap, umat Katolik Paroki St Thomas Aquinas dapat menjalankan ibadah jalan salib Yesus Kristus yang dilakonkan OMK pada Jumat Agung, (29/3/2024) dengan khusyuk.
Sementara itu, Ketua OMK Paroki St. Thomas Aquinas Amban Engelbertus Nuhuyanan mengatakan, pihaknya akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelecut untuk jadi lebih baik melakonkan jalan salib Yesus Kristus.
Sehingga, umat dapat ikut merasakan pengorbanan Tuhan Yesus dalam sengsara dan wafatNya di kayu salib demi penebusan dosa manusia.
PSR – CP










