MANOKWARI, cahayapapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou menyerahkan bantuan kepada siswa di TK dan SD Sowi Indah, Senin (4/12/2023). Bantuan yang disalurkan berupa 60 paket seragam sekolah, sepatu dan alat tulis.
Hermus juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp30 juta kepada Yayasan Cahaya Papua Barat. Yayasan Cahaya Papua Barat merupakan wadah yang mengelola sekolah-sekolah Sowi Indah.
“Anak yang tinggal di kota maupun pinggiran tidak boleh ada yang tidak sekolah maupun tertinggal. Semuanya harus sekolah. Kenapa? Karena sekolah adalah hak dasar dan juga kebutuhan yang harus kita penuhi bagi setiap anak-anak kita,“ kata Hermus saat menyerahkan bantuan.
Menurut Hermus, jarak antara kantor bupati dan lokasi SD Sowi Indah hanya sekian meter. Jadi dipastikan posisi Pemkab Manokwari dan juga kampung ini sangat dekat. Sehingga menjadi sesuatu yang naif kata dia, ketika Pemkab Manokwari tidak memperhatikan pendidikan anak-anak yang ada di kampung tersebut.
“Karena itu kita berkomitmen tiap permukiman yang ada dekat dengan kawasan pemerintahan wajib hukumnya dia harus mendapatkan pelayanan dari pemerintah,“ ujarnya.
Hal kedua, lanjut Hermus, Pemkab Manokwari ingin mewujudkan kualitas dan pemerataan pendidikan.
“Berbicara soal pendidikan maka Anak-anak semuanya harus bisa mendapatkan pendidikan dan pendidikan itu harus merata. Jangan sampai ada lingkungan banyak anak-anaknya tapi tidak mendapatkan kesempatan untuk bersekolah karena tidak ada sekolah di sana,” jelas Hermus.
Karenanya, ia berharap ke depan pemerataan pendidikan harus bisa dilaksanakan. Agar tidak ada lagi anak yang tidak sekolah di kabupaten Manokwari.
Ketiga kata Hermus, pendidikan dan sumber daya manusia adalah investasi pembangunan untuk masa depan. Anak anak harus dididik dan dipersiapkan karena masa depan daerah ini ada di pundak mereka.
“Sehingga Pembangunan berkelanjutan harus kita letakkan mulai dari pendidikan. Karena kita generasi hari ini kita tidak bisa menjabat sebagai kepala daerah bahkan sebagai profesi lainnya namun faktor usia memengaruhi kita semuanya dan kita akan meninggalkan posisi ini. Makanya kita harus mempersiapkan masa depan anak-anak kita dari sekarang,“ tuturnya.
Hal keempat, karena posisi Sogun juga kawasan sekitarnya merupakan kawasan yang sangat strategis dan juga dekat dengan kantor bupati.
Pembina Yayasan cahaya Papua Barat Theresia Ngutra melaporkan, anak yang bersekolah di SD Sowi Indah, Kampung Rouwrouw merupakan siswa yang datang dari Sogun dan sejumlah kampung di sekitarnya.
“Anak-anak di sini sangat banyak, sekitar 60 orang yang berasal dari kelas 1 – 5 dan ada 20 siap mendaftar lagi. Anak-anak semangat sekolah karena gratis, dari pendaftaran sampai SPP semua gratis. Anak-anak pakai sandal boleh, pakai apa adanya boleh. Juga umurnya bervariasi, mulai dari 2 tahun sampai 14 tahun. Namun semua murid SD 100 persen sudah bisa membaca dan menulis dengan kondisi yang terbatas tidak mengurangi semangat mereka, anak-anak belajar luar biasa,“ ucap Theresia.
Theresia juga menyampaikan selama 2 tahun sekolah dan yayasan didirikan berjalan apa adanya. Operasional ditanggung yayasan bersama pribadi guru-guru.
Selain itu, semua perizinan sekolah berjalan baik dan mudah. Semua anak anak dan guru juga sudah terdaftar di dapodik.
“Masyarakat sekitar sangat mendukung, murid orang tua rata-rata petani, sopir atau tukang ojek, itu alasan mengapa sekolah gratis. Saya bayangkan kalau anak-anak tidak sekolah. Seperti Anak-anak di Papua yang pendidikannya tertinggal, bukan karena mereka bodoh, tapi mereka terkadang tidak mendapat kesempatan sekolah,“ jelasnya.
Theresia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Manokwari, karena langsung merespons permintaan bantuan pada sekolah.
“Kepala dinas Pendidikan juga sudah survei lokasi. Kami berharap 1-2 tahun ke depan, mereka bisa sekolah di tempat yang lebih layak, TK dan SD Sowi Indah. Kami harap pemerintah bisa memperhatikan sekolah kami ini,“ tutupnya.
PSR-CP
