UNIPA Resmi Buka Program Megister Linguistik, Hanya Tiga di KTI

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id—Universitas Papua (UNIPA) resmi membuka program Magister Linguistik pada Fakultas Sastra dan Budaya. Program jenjang strata dua ini merupakan yang ketiga di kawasan timur Indonesia (KTI) setelah Unhas dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Ketua Tim Pendiri Magister Linguistik. UNIPA, Hugo Waram mengungkapkan, setelah tiga, Program Magister Linguistik akhirnya disetujui berdasarkan SK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) RI Nomor 281/E/O/2023 pada tanggal 15 maret 2023. Ia menyebut, program studi ini juga telah memulai kegiatan akademiknya pada tahun akademik 2023/2024.

“Program ini membuka tiga minat utama yaitu, linguistik murni (deskriptif), linguistik terapan (pengajaran bahasa) dan linguistik antropologi (bahasa dan kebudayaan),” terang Hugo, Selasa (19/9/2023).

Menurutnya, pelaksanaan perkuliahan Magister Linguistik direncanakan dapat diselesaikan selamat dua tahun (empat semester) dengan beban kredit 42 SKS (34 SKS teori dan 8 SKS tesis) dengan batas waktu maksimal studinya lima tahun.

Hugo Waram mengatakan hal ini kemudian menjadikan UNIPA menjadi perguruan tinggi pertama yang melaksanakan adanya program studi magister linguistik (S2).

“Di tanah Papua sendiri belum ada program Magister Linguistik. Bahkan di kawasan Indonesia Timur, selain dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi. Magister Linguistik di wilayah Indonesia Timur baru ada satu di Papua,” ungkap Hugo Waram.

Hugo juga menyampaikan, dibukanya program Magister Linguistik di UNIPA adalah karena Papua kaya akan bahasa dan budaya. Sehingga Magister Linguistik ini berfokus pada aspek bahasa dan budaya.

“Dan untuk bisa mengesporasikan kekayaan bahasa dan budaya maka diperlukan salah satu ahli linguistik.
Saya rasa hal ini mampu mengobati dan mampu menjawab kegelisahan dari warga masyarakat di mana hari ini generasi muda yang lupa akan bahasanya atau bahasa daerahnya,“ tuturnya.

Menurut Hugo, program Magister Linguistik ini menjadi salah satu alternatif dan tugas akhir dari calon-calon mahasiswa kemudian merefelitasikan kembali bahasa, mendokumentasikan bahasa dan mempublikasikan bahasa. Selain itu, Dirinya berharap, ahli linguistik juga bisa menjadikan ini sebagai alat untuk memecahkan masalah empiris humaniora dalam bidang penyelenggaraan pendidikan di tanah Papua dan menjadi media pendidikan yang dapat mendukung kebutuhan lapangan dalam mewujudkan sistem pendidikan yang bermutu tinggi. (PSR-CP)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *