MANOKWARI, cahayapapua.id—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari terus berupaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat kampung/desa melalui pengoperasian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Bupati Hermus Indou mengatakan, pemkab Manokwari saat ini tengah menjalin kerja sama dengan sedikitnya 3 BUMDes, yaitu BUMDes Prafi, Desai, dan BUMDes Udapi Hilir. Kerja sama ini juga sebagai wujud mendukung eksistensi badan usaha milik masyarakat desa/kampung.
“Kita sedang berjuang menghidupkan BUMDes di seluruh kampung di kabupaten Manokwari. Sekira 3 kampung seperti di Prafi, Desai dan Udapi Hilir itu, BUMDesnya sudah beroperasi,” katanya, Jum’at (25/8/2023)
Melalui kerja sama yang terjalin, Hermus berharap, BUMDes dapat mengolah potensi lain. Untuk bisa menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat juga strategi membangun kemampuan dan kemandirian ekonomi.
Bentuk kerja sama pemda dengan BUMDes, adalah dengan membeli beras petani melalui badan usaha desa/kampung tersebut dan kemudian disalurkan sebagai beras jatah bagi para ASN di lingkup kabupaten Manokwari.
“Kita (pemda) yang akan membeli beras petani itu melalui BUMDes. Ini yang selama ini kita sudah jalan untuk jatah beras ASN kabupaten Manokwari,“ ujar Hermus seraya mengatakan produksi beras di Dataran Wapramasi diambil semua sebagai jatah beras ASN.
Hermus menambahkan, pemkab Manokwari juga tengah berusaha mendorong sektor ekonomi hijau, seperti melalui replanting perkebunan kelapa sawit, ekstensifikasi perkebunan kakao, dan budi daya kopi.
“Pemda sedang berjuang bagaimana wilayah Mokwam, kita akan konsentrasi untuk pengembangan kopi. Inilah hal-hal yang perlu kita perhatikan untuk memastikan bahwa kemandirian ekonomi kita di kabupaten Manokwari bisa dapat kita tingkatkan,“ pungkasnya. (PSR-CP)










