Kemenhan Tanamkan Nilai Dasar Bela Negara kepada Ratusan Aparat Kampung Manokwari

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id—Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) menyosialisasikan pembinaan kesadaran bela negara kepada perangkat kampung se Kabupaten Manokwari, Senin (21/8/2023).

Melalui sosialisasi pembinaan kesadaran bela negara ini, berharap akan tertanamnya nilai dasar bela negara sehingga mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diikuti oleh aparat kampung yang berasal dari 164 kampung.

“Perangkat desa Indonesia dapat menjadi agen perubahan sekaligus full model dalam mengaktualisasikan dan menyebarluaskan nilai dasar bela negara kepada masyarakat kabupaten Manokwari khususnya serta masyarakat Indonesia pada umumnya,“ ujar staf ahli menteri pertahanan (Menhan) Bidang Ekonomi, Mayjen TNI Piek Budyakto saat memberikan sambutan.

Sosialisasi pembinaan bela negara merupakan bagian dari upaya membangun sikap mental dan karakter bangsa, serta merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari pembangunan revolusi mental dari Kabinet Indonesia Bersatu.

Kesadaran bela negara bertalian dengan sikap membangun dan menanamkan sikap mental dan perilaku warga negara untuk senantiasa mencintai tanah air memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara.

Juga sikap setia pada Pancasila sebagai ideologi, negara rela berkorban untuk bangsa negara, serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang profesi masing-masing.

“Berperan aktif dalam menyosialisasikan dan menyebarluaskan nilai dasar bela negara, bisa mengimplementasikan nilai dasar bela negara secara nyata dalam kehidupan sehari-hari serta mampu berkontribusi demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia sesuai kapasitas dan kompetensi sesuai profesi masing-masing,” papar Piek Budyakto

Kesadaran Bela Negara

Adapun, Bupati Manokwari Hermus Indou dalam sambutannya, mengajak  aparat kampung untuk menanamkan kesadaran bela negara dalam diri secara sadar dan penuh kesetiaan.

“Kita bela negara karena kita adalah Indonesia, Indonesia adalah kita. Jadi kalau kita tidak membela negara ini, kita sedang menghancurkan diri kita semuanya. Bangsa dan negara Indonesia adalah Ibu Pertiwi yang berjasa melahirkan kita semuanya. Kita semua dilahirkan di negara ini jadi jangan lupa identitas,“  tegasnya.

Kata Hermus, fenomena kemunculan bibit-bibit ideologi baru yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat menjadi sebuah celah ancaman, baik ancaman yang berasal dari dalam lingkungan maupun luar lingkungan kampung.

Untuk itu, aparat kampung dituntut memiliki kesadaran tinggi bela negara. Dalam rangka menguatkan pertahanan dan ketahanan negara, wilayah, dan penduduk yang ada terlindungi dari berbagai ancaman ideologi yang menyimpang.

“Perjuangan bela negara yang kita lakukan itu adalah untuk memastikan eksistensi keberlangsungan dan kelestarian negara ini tetap berlangsung untuk jangka waktu yang panjang ke depan,“ tandasnya. (PSR-CP)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *