MANOKWARI, cahayapapua.id—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), menyiapkan sebanyak 90 unit lampu tenaga surya untuk penerangan jalan umum.
Kepala Dinas ESDM Jhon Tulus mengatakan, puluhan unit lampu tersebut dialokasikan melalui program Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) Tahun 2023.
“PJUTS sekira 90 unit, akan dipasang di 6 kabupaten. Prioritas yang dapat PJUTS ini memang tempat yang memang gelap, di daerah yang terisolir dan masyarakat butuh,” kata Jhon.
Membiayai program PJUTS tersebut, pemprov mengalokasikan sekira 3-4 miliar melalui APBD 2023. Ia mengatakan, penerangan menggunakan energi baru terbarukan (EBT) mesti dimaksimalkan dalam rangka mempercepat transisi energi.
“Lampu hemat energi ini tetap ada di 6 kabupaten namun jumlah unitnya di setiap daerah, saya tidak hapal. Untuk Manokwari saja tidak ada,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan kapasitas pembangkit EBT mencapai sebesar 700 GW pada tahun 2060, berasal dari solar, hidro, bayu, bioenergi, laut, panas bumi, termasuk hidrogen dan nuklir.
Kementerian ESDM mengungkapkan Papua dan Papua Barat memiliki potensi EBT yang sangat besar yakni mencapai 381 giga watt (GW). Yang utamanya berbasis tenaga surya dan tenaga hidro untuk industri hijau (green energy). (BMB-CP)










