MANOKWARI, cahayapapua.id—Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahun pada Juli 2023, gabungan 2 kota IHK di Provinsi Papua Barat mencapai 3,62%.
Dalam hal inflasi ini, lebih rendah dibanding inflasi tahunan Juni 2023 yang sebesar 4,30% dan lebih tinggi dibanding inflasi tahunan Juli 2022 sebesar 2,97%. Inflasi tahunan di Manokwari sebesar 4,98% dan di Kota Sorong sebesar 3,24%.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Papua Barat Lasmini mengatakan, penyumbang utama inflasi tahunan di Manokwari adalah komoditas Ikan Cakalang, Beras, Bensin, Sirih dan Rokok Kretek Filter
“Inflasi tahun ke tahun (y-on-y) kota-kota di Sulampua, Manokwari peringkat ke 2 dari 21 kota di Sulampua. Kota Sorong peringkat ke 12 dari 21 kota di Sulampua,” jelas Lasmini saat menyampaikan rilis di kantornya, Senin (1/8/2023).
Tercatat juga pada Juli 2023, justru terjadi inflasi bulanan (m-to-m) gabungan 2 kota IHK di Provinsi Papua Barat sebesar 0,45%, atau lebih rendah dari pada inflasi bulanan Juni 2023 yang sebesar 0,76%.
Menurut Lasmini, tingkat inflasi bulanan Juli 2023 ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Pada Juli 2022, terjadi inflasi sebesar 1,11%. Pada Juli 2023, di Manokwari terjadi inflasi sebesar 1,43% dan Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 0,18%.
“Inflasi bulanan (m-to-m) kota-kota di Sulampua, Manokwari peringkat inflasi ke 1 (tertinggi) dari 21 kota di Sulampua. Kota Sorong peringkat ke 9,” ujarnya.
“Komoditas angkutan udara penyumbang utama inflasi bulanan di Manokwari andil terbesar yaitu 0,4820%. Berikutnya, beras, ikan cakalang, sirih, dan cabai rawit,” imbuh Lasmini.
Sementara, penyumbang utama inflasi bulanan di Kota Sorong adalah komoditas Angkutan Udara, Daging Ayam Ras, Ikan Cakalang, Ikan Oci dan Ikan Teri. (BMB-CP)










