MANOKWARI, cahayapapua.id—Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor mengatakan, alokasi dana otonomis khusus (Otsus) yang begitu besar harusnya bisa memajukan pendidikan di daerah pedalaman.
“Anggaran yang besar, dasar hukum yang kuat, itu menjadi dasar yang jelas bagi pengambilan kebijakan untuk mengambil suatu tindakan. Bagaimana agar sekolah-sekolah yang ada di daerah pedalaman itu maju. Itu bisa dilakukan melalui pengelolaan dana otsus,” kata Wonggor.
Wonggor menegaskan, bidang pendidikan dan kesehatan di daerah pedalaman, seperti di Kabupaten Pegunungan Arfak harus berpacu untuk meningkatkan kualitas, baik dari sisi sarana maupun sumber daya manusia.
“Sekolah yang model begini tidak menutup kemungkinan hanya ada satu saja. Pemerintah daerah harus melihat persoalan ini, harus mempunyai data, turun ke lapangan terutama apa bila ada laporan seperti ini,” ujar Origenes.
Wonggor mencontohkan, kondisi gedung darurat SD Negeri 33 Ingramnim, Minyambouw, sangat memprihatinkan. Dinding sekolah dari senk bekas, berlantai tanah, serta tanpa dilengkapi meja dan kursi menjadi sebuah ironi dunia pendidikan.
“Kalau di tahun 80 an masih ditemukan sekolah model begini itu bisa dimaklumi, namun di tahun sekarang ini masih ada itu hal yang sangat memprihatikan. Kita harus turun ke lapangan langsung untuk melihat kondisi seperti ini,” ungkapnya.
Wonggor menambahkan, memajukan pendidikan di Pegunungan Arfak harus didukung dengan sarana yang memadai dan kesejahteraan tenaga pendidik. Tenaga pendidik harus diperhatikan agar betah di tempat bertugas.
“Pemerintah harus menghargai agar mereka mau bertahan. Guru-guru yang memang betul-betul mengabdi perlu diangkat menjadi PNS, jika masih honor, harus ada penghargaan buat mereka,” pungkasnya. (BMB-CP)
