MANOKWARI, cahayapapua.id- Pemerintah Provinsi Papua Barat menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur ekonomi melalui Pembangunan tahap II Pasar Sentral Sanggeng Manokwari
Pembangunan tahap II Pasar Sentral Sanggeng ditandai dengan peletakan batu pertama secara langsung oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan didampingi oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou serta Wakil Bupati Manokwari, Senin (14/7/2025).
Pelatakan batu pertama tersebut sebagai tanda dimulainya proses lanjutan pembangunan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Manokwari khususnya dan Provinsi Papua barat umumnya
Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus menegaskan bahwa pembangunan pasar yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan rakyat merupakan salah satu prioritas utama pemerintah provinsi. Ia berharap keberadaan Pasar Sentral Sanggeng yang tertata dan modern dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
“Pasar ini akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan pedagang maupun pembeli, memperbaiki tata kelola perdagangan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Manokwari,” ujar Gubernur.
Gubernur Dominggus juga menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan pasar yang baik, termasuk pengaturan parkir kendaraan dan pengelolaan terminal terpadu di kawasan sekitar pasar.
Selain itu, ia juga menyinggung perlunya solusi terhadap keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di pinggir jalan, seperti di kawasan Borobudur dan depan Universitas Papua. Aktivitas ini dinilai mengganggu lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
“Kita akan cari solusi terbaik. Pedagang harus diberi ruang yang layak dan tidak dibiarkan berjualan di emperan. Ini perlu kesepakatan bersama agar semua tertib dan tidak saling merugikan,” ujarnya.
Menurut Dominggus, daya tampung pasar yang baru cukup besar, dengan kapasitas lebih dari seribu unit lapak dan meja dagang. Ia optimistis para pedagang yang selama ini berjualan di luar bisa direlokasi ke dalam area pasar.
Lebih lanjut, Gubernur juga menegaskan bahwa keamanan pasar menjadi perhatian serius. Ia menyoroti adanya potensi konflik dan tindakan kriminal di pasar, termasuk pungutan liar yang bisa menimbulkan perselisihan antar pedagang.
“Kita sudah lihat sendiri, ada kasus-kasus di Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi yang menimbulkan korban. Kita tidak ingin hal ini terulang. Kami akan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban pasar,” tegasnya.
Selain pasar, pemerintah juga akan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, seperti terminal dan pelebaran jalan utama di Manokwari. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami sudah siapkan lahan untuk perkantoran di sisi selatan Manokwari. Di sana ada kantor pajak, Polda, BI, Kodam, dan lainnya. Maka pelebaran jalan menjadi prioritas agar mobilitas lancar,” imbuhnya.
Di akhir sambutan, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus mendukung setiap program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua Barat, baik melalui kebijakan maupun dukungan anggaran.
“Mari kita jaga bersama fasilitas ini. Pembangunan pasar bukan hanya soal bangunan, tapi soal bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi yang tertib, aman, dan menyejahterakan,” pungkasnya.
PSR-CP
















