MANOKWARI, cahayapapua.id- Bupati Manokwari, Hermus Indou, menekankan pentingnya penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang selaras dengan dokumen-dokumen perencanaan di tingkat nasional dan provinsi.
“Dalam menyusun RPJPD maupun RPJMD, rujukan kita harus jelas. Kita mengacu pada RPJPN, RPJPD Provinsi Papua Barat, tata ruang nasional dan provinsi, serta dokumen tata ruang Kabupaten Manokwari, termasuk Rencana Induk Percepatan Pembangunan Tanah Papua,” ujar Hermus saat membuka kegiatan penyusunan dokumen perencanaan di Manokwari, Senin (24/6/2025).
Menurutnya, salah satu hal penting dalam penyusunan dokumen perencanaan adalah harmonisasi antar dokumen.
“RPJPD dan RPJMD kita tidak boleh kontradiksi dengan dokumen perencanaan di atasnya. Harus mampu menjabarkan visi nasional dan visi Provinsi Papua Barat,” kata Hermus.
Hermus juga menegaskan bahwa dalam dokumen RPJPD maupun RPJMD perlu terlihat secara nyata peran strategis Manokwari, baik saat ini maupun ke depan. Sebagai pusat peradaban di Tanah Papua dan sekaligus ibu kota Provinsi Papua Barat, Manokwari memiliki peran penting dalam transformasi sosial, ekonomi, dan budaya.
“Sebagai pusat peradaban, Manokwari harus menjadi pusat religi, pusat pendidikan, dan pusat kebudayaan. Ini harus tercermin dalam dokumen RPJPD dan RPJMD kita,” tegasnya.
Ia menyebutkan potensi Pulau Mansinam dan situs-situs sejarah lainnya sebagai aset penting yang harus dikelola secara terpadu dalam pembangunan daerah. Selain itu, Hermus juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama melalui penguatan nilai-nilai kerukunan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Hermus melanjutkan, posisi Manokwari sebagai ibu kota provinsi juga menjadikannya simpul ekonomi, transportasi, dan jasa di Papua Barat. Karena itu, pembangunan fasilitas dan infrastruktur publik jangka panjang harus mulai dirancang.
“Kita harus berpikir ke depan. Suatu saat masyarakat tidak hanya bergantung pada transportasi mobil biasa, tapi bisa menggunakan moda transportasi massal. Sehingga kita harus membangun kota ini menjadi luar biasa, tidak biasa-biasa saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hermus menyinggung soal peran Manokwari sebagai sentra ketahanan pangan Papua Barat. Dengan potensi dataran Wapramasi dan kawasan penyangga lainnya, menurutnya penting untuk menjaga eksistensi lahan pertanian meskipun terjadi pemindahan ibu kota kabupaten.
“Dataran Wapramasi akan tumbuh sebagai pusat pemerintahan baru, tapi lahan pertanian yang ada harus tetap dilindungi. Ini juga harus diperhitungkan dalam penempatan ibu kota kabupaten yang baru,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Hermus berharap RPJPD dan RPJMD Manokwari ke depan mampu mencerminkan karakter khas daerah dan menjadi warisan pembangunan yang berkelanjutan untuk 20 tahun ke depan.
“Ini bukan hanya dokumen perencanaan, tetapi warisan pembangunan yang akan menjadi legasi bagi generasi berikutnya,” tutupnya.
PSR-CP











