Makanan dan Rokok jadi Penyumbang Tertinggi Garis Kemiskinan di PB dan PBD

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Angka kemiskinan diukur dari dua kebutuhan dasar, yakni makanan dan non-makanan. Di Papua Barat dan Papua Barat Daya, komoditas makanan memberi sumbangsih tertinggi yakni sekitar 70%.

Kepala BPS Papua Barat, Merry mengatakan ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan diukur menurut garis kemiskinn. Di mana garis kemiskinan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan (setara 2.100 kalori perkapita perhari).

“Sedangkan untuk garis kemiskinan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok bukan makanan lainnya,” terang Merry, Rabu (15/1/2024).

Ia menjelaskan, sumbangan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan di Papua Barat pada September 2024 masih di atas 70%. Di mana di wilayah perkotaan 71,98% dan di daerah pedesaan 76,04%.

“Sumbangan komoditi makanan di daerah perkotaan lebih rendah dibandingkan daerah pedesaan. Peranan komoditi beras dan rokok kretek filter terhadap garis kemiskinan masih mendominasi baik di Papua Barat tidak hanya di daerah perkotaan maupun pedesaan. Sementara itu sumbangan komoditi. Di mana komoditi beras di wilayah perkotaan tercatat 21,20% di wilayah pedesaan tercatat 20,23%. Untuk rokok kretek filter di perkotaan tercatat 9,77% kemudian di pedesaan tercatat 5,53%,” katanya.

Sedangkan sumbangan komoditi non makanan terhadap garis kemiskinan Papua Barat September 2024 tercatat sebesar 28,02% di daerah perkotaan dan 23,96% di daerah pedesaan. Adapun komuditas non makanan dengan sumbangan tertinggi adalah komoditas perumahan, listrik dan bensin. Dominasi komoditas ini terjadi tidak hanya di perkotaan namun juga di pedesaan.

Sementara sumbangan komuloditas makanan terhadap garis kemiskinan di Provinsi Papua Barat Daya September 2024 juga masih di atas 70%. Baik di wilayah perkotaan dengan 71,30% maupun pedesaan dengan 75,42%.

Sumbangan komoditi makanan di daerah perkotaan lebih rendah dibandingkan daerah pedesaan.

“Peranan komoditas beras terhadap GK masih mendominasi baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Di mana komoditi beras di wilayah perkotaan tercatat 18,91% di wilayah pedesaan tercatat 20,36%,” ucap Merry.

Selanjutnya untuk sumbangan komoditas non makanan terhadap garis kemiskinan Papua Barat Daya pada September 2024 itu tercatat sebesar 28,70% di daerah perkotaan dan 24,58% di daerah pedesaan. Sumbangan komoditi nonmakanan di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan komoditi non makanan di pedesaan.

“Sama halnya di Provinsi Papua Barat, komoditas non makanan dengan sumbangan tertinggi di Provinsi Papua Barat Daya komuditas non makanan dengan sumbangan tertinggi adalah komuditas perumahan, listrik dan bensin. Dominasi komoditas ini terjadi tidak hanya di perkotaan namun juga di pedesaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingkat kemiskinan menurut provinsi pada September 2024 dengan presentase secara nasional pada September 2024 tercatat sebesar 8,57 %. Terdapat tujuh provinsi dengan presentase kemiskinan tertinggi.

Papua Barat menempati urutan ketiga dengan presentase sebesar 21,09% dan Provinsi Papua Barat Daya di urutan ketujuh dengan presentase sebesar 16,95%.

 

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *