MANOKWARI, cahayapapua.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat (PB) mengecam keras aksi teror penembakan yang menimpa advokat Yan C. Warinussy oleh orang tak dikenal (OTK). PWI menilai aksi teror seperti ini mengganggu dan membahayakan sektor-sektor yang berperan penting dalam pembelaan publik.
“Aksi-aksi teror penembakan terbuka seperti ini sangat menggangu stakeholders yang berada di garda terdepan dalam membela, memperjuangkan keadilan bagi kepentingan publik seperti advokat, politisi, pers, dan aktivis pembela hak asasi manusia,” ujar Ketua PWI Papua Barat, Bustam, dalam keterangannya, Sabtu (20/7/2024).
Menurut Bustam, serangan tersebut meresahkan para pekerja sosial, termasuk advokat, politisi, pers, dan aktivis hak asasi manusia (HAK) yang berada di garda terdepan membela kepentingan publik, hak-hak asasi manusia, serta keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
“Tindakan ini tidak boleh dianulir dan harus mendapat ancaman keras sebab membahayakan semua kalangan, terutama para pekerja sosial di garda terdepan,” tegasnya.
Bustam menambahkan peristiwa penembakan terhadap Warinussy, mantan wartawan Cepos Papua, adalah suatu tragedi yang memilukan bagi kalangan pekerja sektor publik.
PWI Papua Barat pun mendesak aparat kepolisian untuk segera menangani kasus ini dan menangkap pelaku serta dalang di balik penembakan tersebut.
“Kami minta aparat kepolisian, baik Polda Papua Barat maupun Polresta Manokwari, untuk memulihkan keamanan kota Manokwari dan mencegah aksi teror penembakan lebih lanjut, serta memastikan keamanan bagi para pekerja sosial di masyarakat,” ungkap Bustam.
Bustam juga menyampaikan bahwa PWI bersama para pekerja pers di Papua Barat mendukung sepenuhnya upaya aparat penegak hukum dalam mengungkap pelaku penembakan.
“Kami mendukung aparat kepolisian dalam mengungkap pelaku penembakan,” ucapnya.
Untuk diketahui, penembakan menimpa advokat Warinussy oleh OTK di samping Bank Mandiri Sanggeng, Manokwari, pada Rabu (17/7) sekitar pukul 16.00 WIT. (rls)
















