Beasiswa untuk Anak Petani Sawit, Kadis Pertanian Manokwari: 900 Kuota Tersedia

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat, mengupayakan anak petani yang lulus SMA bisa mendapatkan beasiswa perguruan tinggi dari Badan Pengelola Dana Kepala Sawit (BPDKS). Ada 900 kuota tersedia untuk seluruh Indonesia.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Manokwari, Kukuh Saptoyudo, mengatakan BPDKS mengalokasikan kuota beasiswa jalur afirmasi bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). BPDKS sendiri merupakan badan yang dibentuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberdayakan petani sawit.

“Jadi, untuk memperoleh beasiswa ini peluangnya cukup besar. Maka dari itu, kita terus melakukan sosialisasi di daerah-daerah yang jadi sentral pertanian maupun perkebunan sawit,” kata Kukuh, Rabu (8/4/2024).

Dia menyampaikan beberapa bulan terakhir pihaknya rutin melakukan sosialisasi terkait program beasiswa tersebut, apalagi kuota beasiswa untuk daerah 3T cukup banyak.

“Sebagai daerah yang memiliki banyak perkebunan sawit, beasiswa tersebut dapat dimanfaatkan anak petani di Manokwari untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” ujarnya

Selain itu, melalui jalur afirmasi, syarat untuk memperoleh beasiswa tersebut cukup mudah. Namun, peserta harus anak petani atau orang tuanya bekerja di perkebunan sawit, dengan batas usia 23 tahun per 24 Mei 2024 serta mendapat rekomendasi dari bupati atau kepala dinas terkait.

“Setiap melakukan sosialisasi saya juga menantang guru-guru di sekolah-sekolah agar tahun ini 100 anak bisa memperoleh beasiswa tersebut. Akan tetapi, itu kembali ke keinginan dari masing-masing anak dan orang tua,” ucapnya.

Dia menjelaskan BPDKS telah bekerja sama dengan 23 perguruan tinggi dan juga swasta di Indonesia untuk program beasiswa tersebut. Beasiswa juga tidak hanya berlaku untuk jurusan pertanian melainkan terbuka untuk semua jurusan dari D1 hingga S1.

Pada program beasiswa tersebut, kata dia, semua biaya ditanggung BPDKS, baik kebutuhan anak saat menempuh pendidikan, transportasi, biaya makan, maupun seluruh biaya pendidikan lainnya.

“Terakhir kali saya cek itu pendaftar tahun ini baru lima anak. Oleh karena itu, kita gencar lakukan sosialisasi. Untuk tahun lalu dengan kuota 600 hanya 87 anak dari daerah 3T yang mendapatkan beasiswa dan di Manokwari hanya 20 anak. Tahun ini kuota naik jadi 900 sehingga saya berharap ada banyak yang mendaftar,” bebernya.

Dia mengungkapkan dari program beasiswa ini di Manokwari sudah 30 anak yang lulus kuliah. Dari jumlah itu ada tiga orang yang langsung direkrut perusahaan sawit dan dua orang sudah menjadi ASN.

 

PSR – CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *