MANOKWARI, cahayapapua.id – Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Havandi Gusli mengatakan arus mudik Lebaran Bandara Rendani Manokwari di tahun 2024 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023
“Arus mudik yang ke Manokwari maupun yang keluar dari Manokwari itu untuk sampai saat ini kalau dilihat mengalami penurunan. Dan ini kita melihat dari datanya H-7 lebaran hingga H+5 itu,“ kata Havandi, saat dijumpai awak media, Selasa (16/4/2024)
Menurut Havandi, pesawat yang datang maupun pergi Periode 03 – 15 April tahun 2024 berjumlah 109 pesawat atau menurun sekitar -4,39%. Ini berbanding terbalik dengan tahun 2023 dengan total 114 Pesawat.
Penumpang Datang pada Periode 03 – 15 April Tahun 2024 menurun -12,25% dengan total 6.205 Penumpang dibandingkan dengan tahun 2023 dengan total 7.071 Penumpang.
Sementara itu, Pesawat Berangkat pada Periode 03 – 15 April Tahun 2024 menurun -4,39% dengan total 109 Pesawat dibandingkan dengan tahun 2023 dengan total 114 Pesawat.
Kemudian Penumpang Berangkat pada Periode 03 s/d 15 april Tahun 2024 menurun -11,76% dengan total 9.850 Penumpang dibandingkan dengan tahun 2023 dengan total 11.163 Penumpang.
Lanjut Havandi, Lonjakan Penumpang Datang terjadi pada tanggal 15 April 2024 atau H+5 dengan total 773 Penumpang. Dan untuk Lonjakan Penumpang Berangkat terjadi pada tanggal 06 April 2024 atau H-2 dengan total 1.055 Penumpang.
“Dan ini terjadi penurunan jumlah pesawat yang datang maupun penumpang, “tuturnya
Havandi mengakui dirinya belum mengetahui adanya penurunan dari jumlah pesawat dan juga penumpang di Manokwari sendiri dikarenakan ada banyak faktor. Hal ini juga berbanding terbalik antara Penurunan jumlah penumpang dengan performa pelayanan bandara yang mengalami peningkatan tiap tahunnya.
“Bandara hanya bisa bilang performa kita dari tahun ke tahun pasti ada peningkatan walaupun sedikit. Karena bandara itu hanya sebagian pintu gerbang untuk masuknya orang. Dan yang menjadi daya tari itu tentu bukan bandara justru lokasinya, “ucapnya
Ia juga menambahkan, Penurunan tersebut bisa jadi karena efek dari COVID-19 karena jumlah pesawat sendiri masih belum memenuhi atau belum sama dengan jumlah sebelum adanya COVID-19. Sebelum COVID-19 jumlah penerbangan bisa mencapai 600 pesawat. Kemudian pada saat COVID-19 sempat terjadi penurunan mencapai 300-an pesawat
Untuk di Manokwari sendiri, frekuensi penerbangan masih sangat kurang. Sebelum pandemi COVID-19 jumlah penerbangan di Manokwari stabil 14 penerbangan per hari. Namun sekarang hanya tinggal berjumlah 8-10 penerbangan per hari,” katanya.
PSR – CP















