MANOKWARI, cahayapapua.id- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua Barat menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Baznas dalam rangka penanganan stunting. Kerja sama kedua lembaga diharapkan mempercepat penurunan prevalensi stunting di Papua Barat.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat Philmona Maria Yarollon mengatakan, BKKBN dalam melaksanakan program kerjanya melibatkan mitra kerja, terutama dalam menurunkan kasus stunting
“Stunting merupakan program prioritas pemerintah yang memang sudah dilaksanakan sejak tahun 2021 sesuai Perpres No 72 Tahun 2021. Sejalan dengan itu, BKKBN kemudian menggandeng Baznas Papua Barat yang juga memiliki program yang sama yakni dalam hal kesehatan,” terang Philmona saat dijumpai Awak Media, Sabtu (1/2/2025).
Ia menyampaikan, Baznas akan mendukung upaya penanganan stunting melalui pemberian bantuan bantuan dana. Bantuan dana ini akan dikelola untuk pemberian makanan tambahan yang sasarannya adalah ibu hamil yang ada di Distrik Masni.
“Jadi dari dana yang diberikan itu kita memberikan makanan secara rutin khususnya untuk ibu-ibu yang berisiko. Karena memang sasaran di dalam penanganan stunting itu mulai dari remaja calon pengantin dan ibu hamil, anak-anak, balita,” ucapnya.
Ia menuturkan selain Baznas Papua Barat, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan mitra-mitra yang lainnya.
Senada dengan itu, Ketua Baznas Papua Barat Ali Mustofa mengatakan penyaluran zakat, infaq dan shodaqoh yang diamanatkan Pemerintah Pusat kepada Baznas Papua Barat untuk mengelolanya secara akumulasi itu ada 650 jiwa.
“Jadi itu yang sudah bisa kami salurkan terutama alokasi khusus dari dana zakat yang notabene zakat itu tidak semua orang bisa menerima. Hal itu karena itu mengikuti aturan rujukan dari pada aturan dari Alquran sendiri yang menjelaskan tentang bagaimana fungsi daripada zakat itu sendiri,” jelasnya.
Namun untuk infak dan sedekah itu bisa ditasarufkan kepada semuanya termasuk di antaranya dengan berkolaborasi bersama BKKBN dalam rangka untuk penanganan stunting yang saat ini dikenal sebagai Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Stunting) .
“Ini yang sudah kami tersyarufkan dan menjadikan kolaborasi yang ke depannya. Memang kami sudah ada kerja sama dengan BKKBN dalam rangka untuk mengentaskan kemiskinan melalui kerja sama tersebut,” tuturnya.
Ia menambahkan untuk pihaknya menyalurkan dana sebanyak Rp10 juta yang bersumber dari zakat, Infaq dan sedekah umat Muslim di Papua Barat. Dana ini digunakan untuk mengintervensi 11 ibu hamil.
Ini juga sejalan dengan program unggul Baznas Papua Barat. Di antaranya Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat, Papua Barat Makmur, Papua Barat Peduli dan Papua Barat Taqwa.
PSR-CP
