MANOKWARI, cahayapapua.id- Kasus pembunuhan sadis terhadap Aresti Gunar Tinarqa, istri salah satu pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari, terus menuai kecaman keras dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPRK Manokwari dan Tokoh Agama. Mereka menilai tindakan pelaku sangat tidak manusiawi dan mendesak aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya, bahkan hukuman mati.
Wakil Ketua I DPRK Manokwari, Suryati, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi di kawasan Reremi Puncak tersebut. Ia menilai tragedi ini mencoreng citra Manokwari yang dikenal sebagai kota damai dan toleran.
“Kami di DPRK Manokwari, khususnya dari kaum perempuan, sangat prihatin dengan kejadian ini. Manokwari itu kota damai, biasanya hanya ada kasus kecil yang bisa segera ditangani. Tapi yang satu ini sungguh di luar dugaan. Kalau bisa, pelakunya dihukum mati karena perbuatannya sudah tidak manusiawi,” tegas Suryati saat diwawancarai awak media di Manokwari, Kamis (13/11/2025).
Sementara itu, Tokoh Agama Manokwari, Pdt. Fince Bonsapia, turut menyuarakan kemarahan dan kesedihan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa di Reremi sangat melukai nurani banyak orang, terutama kaum perempuan.
“Sebagai seorang Mama Papua dan hamba Tuhan, saya tidak bisa menerima hal seperti ini. Korban itu perempuan, dan pelaku harus dihukum setimpal dengan perbuatannya. Saya yakin tidak mungkin pelaku hanya satu orang, pasti ada yang terlibat. Semua harus dihukum seberat-beratnya,” ujar Pdt. Fince.
Ia juga menyoroti faktor kepercayaan korban terhadap para pelaku yang diduga bekerja di sekitar lingkungan rumahnya.
“Mungkin korban percaya karena sudah biasa berinteraksi dengan mereka, tapi ternyata kepercayaannya disalahgunakan,” tambahnya.
Kasus pembunuhan yang menggemparkan ini menjadi sorotan publik di Manokwari dan Papua Barat. Warga berharap penegak hukum bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
PSR-CP
