MANOKWARI, cahayapapua.id- Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel Semuel Mofu, mengingatkan perguruan tinggi di Tanah Papua untuk tidak sembarangan membuka program studi (prodi) baru yang sejatinya sudah tersedia di kampus lain.
“LLDIKTI akan menolak usulan prodi baru yang sama dengan perguruan tinggi lain. Bahkan bila perlu, prodi yang jenuh ditutup karena semua bidang sudah ada,” tegas Suriel saat menghadiri launching UMPB di Manokwari, Sabtu (23/8/2025).
Menurut dia, perguruan tinggi negeri (PTN) sebaiknya membuka jurusan yang belum tersedia di perguruan tinggi swasta (PTS). Dengan begitu, dana besar yang digelontorkan pemerintah dapat menghasilkan inovasi berbeda yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya menambah jumlah mahasiswa dengan membuka prodi yang sudah banyak ada. Uang besar dari negara harus diarahkan untuk hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Suriel mencontohkan, hingga kini Tanah Papua belum memiliki prodi teknik metalurgi yang fokus pada pengolahan dan pengembangan material logam, maupun prodi teknik bioenergi yang mengkaji energi terbarukan, biomassa, hingga pengolahan limbah. Jurusan tersebut, kata dia, justru banyak diminati mahasiswa Papua yang terpaksa menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kalau ada di sini, tentu anak-anak Papua bisa mengaksesnya lebih mudah,” katanya.
Selain itu, LLDIKTI mendorong pemanfaatan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki perguruan tinggi, alih-alih mendirikan kampus baru.
“LLDIKTI akan terus mendukung pengembangan perguruan tinggi di Tanah Papua. Anak-anak Papua membutuhkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan,” tegasnya.
Suriel juga menyinggung berdirinya Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) yang dinilai lahir berkat peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sarana prasarana. Dengan hadirnya UMPB, kini Papua Barat memiliki empat universitas swasta dan dua perguruan tinggi negeri.
Ia berharap UMPB tidak hanya mengembangkan program pendidikan yang sudah ada, tetapi juga membuka jurusan baru sesuai kebutuhan daerah.
“Kita ingin akses pendidikan tinggi di Papua semakin terbuka. PTN harus mengembangkan program studi yang belum dimiliki swasta, misalnya teknik metalurgi atau bioenergi, karena PTN mendapat dukungan anggaran pemerintah,” pungkas Suriel.
PSR-CP
