MANOKWARI, cahayapapua.id- Bulog Cabang Manokwari untuk sementara menghentikan penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kepala Bulog Manokwari Sheika Irawaty mengatakan pemberhentian ini dilakukan sejak tanggal 7 Februari 2025 atas perintah dari pusat dalam hal ini oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.
“Jadi pemberhentian ini bersifat sementara, untuk informasi selanjutnya kami masih menunggu dari pusat, kemarin di hentikan pada tanggal 7 februari 2025 ” Ujar Sheika saat diwawancarai, Kamis (20/2/2025) di Manokwari.
Ia menuturkan walaupun ada pemberhentian penjualan beras SPHP, Stok Beras untuk enam Bulan kedepan di awal tahun 2025 tergolong masih aman.
“saat ini stok beras yang berada di gudang Bulog Manokwari berjumlah 1.200. Dalam perjalanan ada sekitar 2.000, berarti itu bisa bertahan sampai 6 bulan kedepan, ” Ucapnya.
Ia menyampaikan stok beras yang ada saat ini hanya digunakan untuk penyaluran beras kepada ASN, karena belum ada penugasan penjualan beras SPHP dan penyaluran bantuan pangan.
Bulog Manokwari sendiri memiliki tugas melayani beras ASN untuk Pemerintah Provinsi Papua Barat, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Pegunungan Arfak.
“Untuk beras ASN, setiap bulan rata-rata penyaluran itu sekitar 458 ton per bulan, sehingga stoknya akan aman sampai 6 bulan kedepan, “katanya.
Ia menjelaskan, sejak adanya pemberhentian sementara penjualan SPHP, banyak masyarakat yang meminta agar penjualan tetap dilanjutkan termasuk dari tim pengendali inflasi daerah (TPID).
“Walaupun beras SPHP sangat dibutuhkan oleh masyarakat, kendati demikian kami tetap tidak bisa melakukan penjualan tanpa adanya keputusan resmi dari Pusat juga dari Bulog RI, ” Jelasnya.
Ia menambahkan ada target yang harus di capai dalam penyaluran Beras SPHP setiap bulannya, tetapi pihaknya masih menunggu arahan langsung dari pemerintah pusat.
PSR-CP
