BPOM Manokwari Lakukan Pengawasan dan Uji Sampel Takjil Pedagang 

MANOKWARI, cahayapapua.id- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari melakukan pengawasan dengan melakukan pengujian sampel takjil yang dijual pedagang di Manokwari agar dapat dikonsumsi selama Ramadhan

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM Manokwari, Agustince Werimon usai melakukan pengawasan takjil di Manokwari untuk tahap kelima

BPOM Manokwari sendiri telah melakukan pengawasan takjil selama empat minggu di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Teluk Bintuni.

“Hari jadi hari terakhir kita laksanakan lakukan pengawasan di Kabupaten Manokwari dengan melakukan pemeriksaan terhadap 50 sampel takjil dari 17 pedagang, ” Ujarnya

Ia mengatakan selama pengawasan takjil di tiga Kabupaten total sampel yang diperiksa atau diuji sebanyak 231 sampel. Periksa sampel takjil dilakukan dengan menggunakan laboratorium keliling Balai POM.

“Jadi disini kita melakukan pemeriksaan zat berbahaya yang ada pada takjil seperti Rhodamin B atau zat pewarna tekstil serta boraks, formalin, dan metanil yellow, ” Tuturnya

Ia menjelaskan pada pengawasan yang dilakukan selama tiga hari dengan total 231 sampel, Pihaknya menemukan adanya zat berbahaya yg digunakan oleh salah satu pedagang takjil di Kabupaten Manokwari selatan.

“Pada saat dilakukan uji laboratorium kita menemukan adanya zat berbahaya Rhodamin B di produk es pisang hijau yang dijual oleh pedagang tersebut, “ucapnya.

Namun demikian temuan kandungan zat berbahaya di tahun ini menurun dibandingkan tahun kemarin. Seperti di Kabupaten Manokwari untuk tahap terakhir uji sampel tidak ditemukan zat berbahaya.

Ia menegaskan bagi pedagang takjil yang terdapat menggunakan zat berbahaya Rhodamin B langsung diberi pembinaan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi tidak terjadi hal serupa, sehingga dapat dipastikan masyarakat tidak mengonsumsi makanan yang berbahaya.

“Kadang pedagang yang menggunakannya itu, karena secara turun temurun dan mereka tidak tau itu ada zat berbahaya, “terangnya

Selain itu, Pihaknya juga kembali melakukan pemeriksaan terhadap pedagang takjil yang pernah kedapatan menggunakan zat berbahaya di tahun lalu, Namun hasilnya aman dan tidak lagi menggunakan bahan berbahaya.

 

 

PSR-CP