Menjelang Nataru, Bandara Rendani Mulai Alami Lonjakan Penumpang

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Kepala Kantor BLU UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, mengatakan bahwa lonjakan penumpang di Bandara Rendani mulai terlihat menjelang Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Menurut Herman, meski sebagian sekolah belum mulai libur, peningkatan arus penumpang sudah mulai tampak.

“Libur sekolah memang belum dimulai seluruhnya, mungkin minggu depan sudah mulai libur. Jadi, kita bisa lihat nanti lonjakan penumpangnya terjadi di tanggal berapa. Sekarang tanggal 18, kemungkinan lonjakan akan terjadi pada tanggal 22-23 Desember 2025,” jelas Herman kepada Media di Manokwari, Kamis (18/12/2025)

Herman juga menyoroti kondisi cuaca yang tahun ini dinilai lebih ekstrem dibandingkan periode Natal sebelumnya. Ia menyebut curah hujan dalam beberapa minggu terakhir cukup tinggi dan berdasarkan informasi BMKG, beberapa area di sekitar Pulau Papua tengah mengalami badai siklon tropis.

“Itu juga berdampak pada cuaca di Papua, khususnya Papua Barat dan Manokwari. Tentunya hal ini cukup berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan. Namun demikian, kita tetap mengantisipasi, karena keselamatan penerbangan adalah hal yang mutlak,” tegasnya.

Dari sisi operasional penerbangan, Herman menjelaskan bahwa saat ini armada yang beroperasi di Bandara Rendani didominasi pesawat Airbus.

“Airbus lebih mudah masuk di bandara dibandingkan Boeing. Jadi saat ini bandara dilayani Super Air Jet dan Batik Air, dan kedua maskapai tersebut menggunakan Airbus A320,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa panjang landasan ikut menentukan jenis pesawat yang bisa mendarat. Dari sisi pantai runway 35, panjang landasan sekitar 2.300 meter sehingga dapat digunakan Airbus maupun Boeing. Namun dari runway 17 atau dari arah kota, panjang landasan hanya sekitar 2.000 meter.

“Dari arah kota, pesawat yang bisa mendarat hanya Airbus A320. Untuk Boeing 737-900, landasannya kurang panjang. Karena itu, saat ini maskapai yang ada di Rendani sudah menggunakan Airbus A320 agar bisa mendarat dari arah pantai maupun dari arah kota,” jelas Herman.

Saat ini Bandara Rendani dilayani tiga maskapai besar untuk rute keluar provinsi, yaitu Super Air Jet dari Makassar satu kali, Super Air Jet dari Sorong satu kali, dan Batik Air dari Sorong satu kali. Ada pula tambahan penerbangan dari Jayapura.

“Dari Jayapura ada satu kali penerbangan setiap hari, dan mulai tanggal 15 Desember sudah efektif melayani penerbangan Manokwari-Jayapura PP setiap hari,” tambahnya.

Dengan demikian, total terdapat empat maskapai yang melayani penerbangan di Bandara Rendani, ditambah Wings Air untuk rute Nabire, Kaimana, dan Fakfak. Sementara pesawat kecil sejenis Susi Air tetap beroperasi sesuai jadwal sebelumnya

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *