MANOKWARI, cahayapapua.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari mencatat, capaian imunisasi polio di Kabupaten Manokwari baru menyentuh angka 78% dari total 45.360 anak. Masih ada lebih dari 8.000 anak yang belum menerima imunisasi polio.
Hal ini terungkap dalam evaluasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang digelar Dinkes, Kamis (11/7/2024). Kegiatan berlangsung di ruang Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari.
Plt Kepala Dinkes Manokwari Marthen Rantetampan mengungkapkan, capaian PIN Polio Kabupaten Manokwari dari target 95% baru sampai di 78% dengan sasaran 47.747 anak berusia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari.
“Jadi seharusnya dengan target 95% ini ada 45.360 anak yang menjadi sasaran imunisasi polio. Hanya saja kita baru mencapai 78% maka baru sekitar 37.242 anak. Sehingga masih ada 8.118 anak lagi yang belum menerima imunisasi polio,” kata Marthen.
Marthen menjelaskan, anak-anak akan menerima empat kali imunisasi dalam empat tahap. Untuk tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 27 Mei-8 Juni 2024, tahap kedua pada tanggal 24 Juni-6 Juli 2024, tahap ketiga pada tanggal 1-11 Agustus 2024, dan tahap keempat pada tanggal 9-22 September 2024.
“Dari keempat tahap itu, seharusnya pada tahap pertama imunisasi polio sudah mencapai target 95 persen. Hal ini agar pada tahapan selanjutnya tinggal mengulanginya saja. Akan tetapi pada tahapan pertama imunisasi polio kita belum mencapai target 95% dan baru 78%. Sementara tahap kedua sudah berjalan dan baru mencapai Target 27%, padahal sedikit lagi kita masuk di tahapan ketiga,” paparnya.
Ia menyampaikan, dengan melaksanakan evaluasi PIN Polio bersama dengan kepala distrik dan kepala puskesmas diharapkan dapat meningkatkan presentase imunisasi di tingkat kampung.
“Jadi kata kunci kita adalah bagaimana menjadikan dia target 95% itu ada di kampung dulu, maka ini akan terakumulasi dan semakin mudah mencapai target 95% ditingkat kabupaten. Sedangkan kita dikasih waktu 1 minggu tambah 5 hari untuk melakukan imunisasi polio dari rumah ke rumah, “ungkap Marthen
Asisten II Sekda Manokwari Harjanto Ombesapu dalam arahannya mengatakan berdasarkan penilaian risiko yang dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia (WHO), Indonesia dikategorikan wilayah tertinggi penularan polio. Sejumlah 32 (84%) provinsi dan 399 (78%) kabupaten/kota di Indonesia masuk dalam kategori rusiko tinggi polio.
Menurutnya, Kejadian Luar Biasa (KLB) polio tipe 2 sejak akhir 2022 hingga saat ini dilaporkan terjadi di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Untuk Papua Tengah tidak termasuk di dalamnya
“Oleh karena itu, status KLB ini belum dicabut karena kasus masih saja terus dilaporkan selain kasus poliyo tipe 2 kasus polio Tipe 1 juga dilaporkan di Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam rangka memutus transmisi virus polio dan meningkatkan imunitas terhadap polio maka akan dilaksanakan PIN Polio di 6 provinsi yaitu Papua Papua Tengah, Papua Selatan, Papua pegunungan, Papua Barat dan Papua Barat Daya dengan mencapai target 95%.
PSR-CP










