Cuaca Buruk Lumpuhkan Aktivitas Nelayan Borobudur, Hasil Tangkapan Tak Menutupi Modal

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Cuaca buruk yang melanda perairan Manokwari dalam beberapa hari terakhir berdampak pada aktivitas nelayan di Kampung Borobudur yang terpaksa menghentikan sementara kegiatan melaut.

‎Hujan dengan intensitas tinggi disertai gelombang besar membuat nelayan memilih menambatkan perahu di pesisir demi keselamatan.

‎Salah seorang nelayan, Tamrin, mengatakan kondisi cuaca tersebut telah berlangsung selama sepekan terakhir.

‎Menurutnya, aktivitas melaut dalam kondisi tersebut tidak hanya berisiko, tetapi juga tidak memberikan hasil yang maksimal.

‎“Empat hari lalu kami sempat turun melaut, tapi hasilnya sangat sedikit karena cuaca buruk dan ombak tinggi di tengah,” ujarnya saat ditemui, Jumat (10/4/2026).

‎Ia mengaku, hasil tangkapan yang diperoleh tidak mampu menutupi biaya operasional, termasuk bahan bakar dan kebutuhan selama melaut.

‎“Hasilnya tidak balik modal. Kalau dipaksakan terus melaut dengan kondisi begini, justru makin rugi,” tambahnya.

‎Saat ini, nelayan memilih menunggu hingga kondisi cuaca kembali normal sebelum kembali melaut.

‎Kondisi tersebut sejalan dengan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gelombang tinggi di perairan.

‎BMKG mengimbau nelayan, khususnya pengguna perahu kecil, agar tidak memaksakan diri melaut guna menghindari risiko kecelakaan.

‎Pantauan di lokasi, sejumlah perahu nelayan tampak berjajar di sepanjang pesisir Kampung Borobudur menunggu kondisi laut kembali normal.

‎PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *