MANOKWARI, cahayapapua.id- Ketua Satgas Rencana Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat, Paulus Thoban, menyatakan pihaknya akan mengupayakan penanganan banjir di Kali Wosi agar kejadian serupa tidak terulang.
Hal itu disampaikan Paulus usai meninjau langsung lokasi banjir bersama Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, Rabu (8/4/2026).
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam penanganan banjir, khususnya terkait pengelolaan sungai.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Pemda Kabupaten dan juga Provinsi. Untuk penanganan Sungai Wosi, kami pasti upayakan melalui dana bencana,” ujarnya.
Paulus mengatakan, kehadirannya di Manokwari merupakan tindak lanjut dari Balai Wilayah Sungai untuk memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.
“Saya turun mewakili Kepala Balai untuk bagaimana kita menangani agar banjir ini tidak terulang lagi dan bisa ditangani dengan baik. Kasihan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan inventarisasi titik-titik yang menjadi lokasi prioritas penanganan.
“Hari ini kami baru melakukan inventarisasi titik-titik bersama Bupati. Kalau Bupati dari sisi kebijakan, kami dari sisi teknis, bagaimana supaya air bisa mengalir dengan lancar dan tidak tergenang,” jelasnya.
Lebih lanjut, langkah penanganan akan ditentukan setelah dilakukan survei lapangan secara menyeluruh, termasuk melihat kondisi aliran sungai.
“Nanti kami survei dulu ke bawah, penanganannya seperti apa. Yang pasti ada sedimen, itu mungkin akan diangkat. Kalau ada penanganan fisik, itu akan kami upayakan,” ujarnya.
Ia berharap, penanganan banjir di Manokwari dapat didukung melalui bantuan dari pemerintah pusat, mengingat kondisi bencana juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
“Mudah-mudahan karena ini bencana, bisa ada bantuan dari pusat. Walaupun kita tahu di seluruh Indonesia juga banyak terjadi bencana,” tambahnya.
Terkait penyebab banjir, Paulus menyebutkan faktor utama berasal dari tingginya curah hujan serta kondisi sungai yang mengalami sedimentasi.
“Kalau dari pengamatan sementara, ada sedimen di kali, dan hujan memang luar biasa sejak kemarin sekitar pukul 12.00 hingga subuh tadi,” jelasnya.
PSR-CP










