MANOKWARI, cahayapapua.id- Otoritas Jasa Keuangan Papua Barat dan Papua Barat Daya (OJK PabarPabarda) menilai kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya hingga 31 Desember 2025 tetap terjaga stabil dengan kinerja positif, likuiditas memadai, serta profil risiko yang terkendali.
Dalam keterangan resminya di Manokwari, 27 Februari 2026, OJK menyampaikan bahwa perkembangan industri perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), dan pasar modal di kedua provinsi tersebut tumbuh positif, seiring dengan pelaksanaan edukasi, inklusi keuangan, dan pelindungan konsumen secara berkelanjutan.
Kinerja Perbankan Tumbuh Positif
Per 31 Desember 2025, total aset perbankan tercatat sebesar Rp32.514,04 miliar atau tumbuh 6,70 persen secara year-on-year (yoy). Penyaluran kredit juga meningkat 9,98 persen (yoy) menjadi Rp19.788,98 miliar.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kontraksi 3,53 persen (yoy) dengan total Rp16.584,72 miliar. Meski demikian, kinerja intermediasi tetap terjaga pada level tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 119,32 persen. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat 3,07 persen atau masih dalam batas aman.
Kinerja perbankan syariah juga menunjukkan tren positif. Nilai aset tercatat Rp554,13 miliar atau tumbuh 1,72 persen (yoy). Pembiayaan syariah meningkat 6,29 persen (yoy) menjadi Rp219,30 miliar, sedangkan DPK tumbuh 7,52 persen (yoy) menjadi Rp511,73 miliar.
Komitmen perbankan dalam mendorong sektor UMKM turut tercermin dari penyaluran kredit UMKM sebesar Rp5.626,35 miliar dengan rasio NPL 3,47 persen atau masih di bawah ambang batas 5 persen.
Sektor Pembiayaan dan Pasar Modal
Pada sektor IKNB, khususnya perusahaan pembiayaan, kinerja juga tumbuh positif. Hingga akhir Desember 2025, total penyaluran pembiayaan mencapai Rp1,19 triliun atau meningkat 0,86 persen (yoy), dengan tingkat non-performing financing (NPF) sebesar 2,67 persen dari total 199.392 kontrak pembiayaan.
Di sektor pasar modal, jumlah investor di Papua Barat dan Papua Barat Daya tercatat sebanyak 32.535 rekening per 31 Desember 2025, meskipun mengalami kontraksi 1,34 persen (yoy). Rekening investasi masih didominasi oleh reksa dana. Namun demikian, nilai transaksi saham menunjukkan tren peningkatan.
Edukasi dan Pelindungan Konsumen
Sebagai bagian dari komitmen peningkatan literasi keuangan, OJK PabarPabarda telah melaksanakan 11 kegiatan edukasi pada Januari 2025 dengan total peserta sekitar 978 orang, yang berasal dari berbagai kalangan seperti petani, nelayan, ibu rumah tangga, pelajar, hingga pegawai.
Dari sisi layanan konsumen, OJK menerima 29 layanan, terdiri atas 3 pengaduan, 25 pemberian informasi, dan 1 penerimaan informasi. Rinciannya, 9 layanan terkait perbankan, 14 terkait perusahaan pembiayaan, 1 terkait asuransi, 3 terkait fintech, dan 2 terkait lembaga jasa keuangan di luar pengawasan OJK.
Selain itu, layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencatat 331 permohonan informasi debitur yang dilayani dalam periode tersebut.
OJK mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran investasi dan pinjaman online ilegal. Masyarakat diminta selalu mengecek legalitas entitas jasa keuangan melalui layanan konsumen OJK di nomor 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau email konsumen@ojk.go.id.
Masyarakat juga dapat mengikuti perkembangan sektor jasa keuangan melalui akun Instagram resmi OJK di @ojkindonesia dan @ojkpabarda, serta @Kontak157 untuk mendapatkan informasi dan edukasi keuangan terkini.
PSR-CP










