SMAN 2 Manokwari Minta Kepastian Kelayakan Dapur Sebelum Program MBG Dilaksanakan ‎

MANOKWARI, cahayapapua.id- SMA Negeri 2 Manokwari meminta kepastian terkait kesiapan dapur penyedia makanan sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan di sekolah tersebut.

‎Hal ini disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Manokwari, Baik Bangun, mengingat pelaksanaan program MBG hingga kini masih dalam tahap koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) MBG dan Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Papua Barat.

‎“Namun pihaknya pada prinsipnya mendukung program MBG karena dinilai dapat membantu pemenuhan gizi para siswa,” ujar Baik Bangun saat ditemui di sekolahnya, Kamis (12/3/2026).

‎Baik menambahkan, pihak sekolah tetap berhati-hati dalam pelaksanaan program ini dengan mempertimbangkan pengalaman sebelumnya. Para guru di SMA Negeri 2 Manokwari masih menunggu kepastian terkait standar operasional pelaksanaan program, khususnya mengenai lokasi dan kelayakan dapur penyedia makanan.

‎“Kami masih menunggu informasi dari BGN mengenai kondisi dapur yang akan digunakan, apakah sudah memenuhi kelayakan atau belum. Kami tidak ingin permasalahan yang dulu terjadi terulang kembali,” jelasnya.

‎Pada pelaksanaan sebelumnya, Baik Bangun bahkan harus turun langsung untuk meredam potensi konflik agar situasi tetap kondusif.

‎Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan maupun mengganti dapur penyedia makanan, karena seluruh aspek teknis merupakan tanggung jawab BGN sebagai penyelenggara program.

‎Meski demikian, pihak sekolah berharap BGN dapat memastikan seluruh prosedur operasional telah dipenuhi guna mengantisipasi keluhan dari orang tua murid.

‎Lebih lanjut, program MBG kemungkinan baru akan kembali efektif setelah bulan Ramadan, mengingat saat ini terdapat sejumlah hari libur sekolah serta bertepatan dengan bulan puasa.

‎“Mengingat saat ini banyak hari libur dan memasuki bulan puasa, kemungkinan koordinasi lanjutan dengan BGN dan Satuan Pelayanan Persiapan Gizi akan kami intensifkan setelah masa libur usai,” tambahnya.

‎Baik Bangun menegaskan bahwa keluarga besar SMA Negeri 2 Manokwari tetap berkomitmen mendukung program pemerintah tersebut.

‎Ia menekankan pentingnya program MBG untuk membantu pemenuhan gizi siswa agar setara dengan sekolah lain yang telah menerima manfaat program ini.

‎“Kasihan anak-anak kalau sekolah lain sudah mendapat manfaat sementara kami belum. Kami siap mendukung, asalkan kelayakan dan tanggung jawab operasional dipastikan oleh BGN selaku pemilik program,” pungkasnya.

 

PSR-CP