MANOKWARI, cahayapapua.id- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor perbankan di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya hingga akhir Desember 2025 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif dari sisi aset, penyaluran kredit, serta penghimpunan dana pihak ketiga.
Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, saat buka puasa bersama insan pers di Manokwari, Minggu (8/3/2026).
Rahman mengatakan sektor perbankan masih menjadi pilar utama dalam sistem keuangan daerah.
Berdasarkan data OJK, sektor perbankan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya masih didominasi oleh bank umum.
Bank umum mencatat pangsa aset sebesar 98,94 persen atau sekitar Rp32,16 triliun. Sementara penyaluran kredit mencapai Rp19,47 triliun atau 98,41 persen dari total kredit.
Adapun dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun tercatat sebesar Rp16,46 triliun atau 99,34 persen.
Selain perbankan konvensional, kinerja perbankan syariah juga menunjukkan peningkatan.
Nilai aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp554,13 miliar atau tumbuh 1,72 persen secara tahunan (year on year).
Pembiayaan syariah juga meningkat sebesar 6,29 persen menjadi Rp219,30 miliar. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh 7,52 persen menjadi Rp511,73 miliar.
OJK juga mencatat komitmen perbankan dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
“Sektor UMKM merupakan fondasi utama perekonomian nasional sehingga dukungan pembiayaan dari perbankan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rahman.
Hingga 31 Desember 2025, penyaluran kredit kepada UMKM tercatat mencapai Rp5,626 triliun dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 3,47 persen.
Menurut Rahman, angka tersebut masih berada di bawah ambang batas lima persen.
Ia menjelaskan kredit UMKM tersebut terdiri dari kredit mikro, kecil, dan menengah yang disalurkan oleh berbagai perbankan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
OJK berharap sektor perbankan di wilayah tersebut terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pembiayaan produktif kepada masyarakat dan pelaku usaha.
PSR-CP
