MANOKWARI, cahayapapua.id- Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Manokwari tidak hanya dimaknai sebagai tradisi budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan lintas masyarakat dalam bingkai harmoni Nusantara, khususnya di Tanah Papua.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Manokwari, Alexander Irsiandi, mengatakan Imlek tahun ini mengusung tema Imlek Nusantara Harmoni yang menegaskan bahwa Imlek merupakan perayaan bersama seluruh masyarakat, bukan milik satu kelompok tertentu.
“Imlek bukan hanya milik masyarakat keturunan Tionghoa, tetapi menjadi perayaan bersama seluruh masyarakat Nusantara, khususnya di Tanah Papua dan Kota Manokwari,” ujar Alexander kepada media di Manokwari, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, Imlek Nusantara dimaknai sebagai wujud pembauran dan kebersamaan antara masyarakat Tionghoa dengan masyarakat Papua. Dalam perayaan ini, PSMTI juga memberi perhatian kepada masyarakat kecil, termasuk para pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.
Melalui momentum Imlek, lanjut Alexander, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat turut merasakan sukacita Tahun Baru Tionghoa, khususnya di Kota Manokwari.
Menurutnya, perayaan Imlek 2026 juga digarisbawahi sebagai bentuk perjuangan bersama, baik dalam aspek ekonomi maupun sosial. Masyarakat Tionghoa berupaya berkontribusi membantu masyarakat Nusantara agar dapat bersama-sama bangkit dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
“Di tengah kondisi ekonomi yang saat ini mulai mengalami penurunan, Imlek diharapkan menjadi momentum kebersamaan sebagai warga negara Indonesia untuk bersatu membangun harmoni ekonomi yang lebih stabil dan maju ke depan,” katanya.
Alexander turut menjelaskan makna warna merah yang identik dengan perayaan Imlek. Warna merah melambangkan sukacita dan keberanian, sejalan dengan makna warna merah pada bendera Merah Putih sebagai simbol keberanian bangsa Indonesia.
“Berbeda dengan suasana duka cita yang identik dengan warna hitam atau putih, Imlek dirayakan dengan warna merah sebagai simbol kegembiraan dan sukacita,” tuturnya.
Ia menambahkan, secara esensi, perayaan Imlek memiliki makna yang serupa dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, yakni penuh sukacita dan rasa syukur atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Januari diharapkan menjadi wadah kebersamaan seluruh komponen masyarakat di Tanah Papua, khususnya di Kota Manokwari.
“Harapan kami, Imlek ini dapat semakin memperkuat persatuan, kebersamaan, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat,” pungkasnya.
PSR-CP
