Pawai Budaya HUT PI ke-171 di Manokwari Tegaskan Semangat Toleransi dan Kebersamaan

MANOKWARI, cahayapapua.id- Pawai budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-171 di Tanah Papua menjadi momentum penguatan nilai toleransi, kebersamaan, dan perdamaian di Papua Barat. Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (3/2/2026) dan melibatkan berbagai elemen lintas agama, suku, serta lembaga pendidikan.

Pawai budaya ini secara resmi dilepas oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat, Melkias Werinusa, yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Pelepasan pawai turut didampingi Ketua Panitia HUT PI ke-171, Wakil Sekretaris Panitia, serta unsur Forkopimda Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari.

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat, Melkias Werinusa, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT PI ke-171.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Papua Barat sangat mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Pekabaran Injil ke-171,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun pawai budaya biasanya diselenggarakan secara besar setiap lima tahun sekali, namun pada peringatan kali ini, meski dilaksanakan dalam skala yang lebih sederhana, semangat kebersamaan tetap terasa kuat.

“Kegiatan ini tidak hanya didukung oleh umat Kristiani, tetapi juga melibatkan berbagai suku bangsa dan pemeluk agama lainnya. Hal ini menandakan bahwa semangat kebersamaan, saling menjaga, saling mendukung, dan saling memberikan dukungan antar sesama sangat kental dalam peringatan HUT Pekabaran Injil,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Sekretaris Panitia HUT PI ke-171, Pdt. Benyamin Komegi, mengatakan pawai budaya ini mengundang seluruh denominasi gereja, paguyuban, serta sekolah-sekolah swasta yang ada di Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari. Kegiatan tersebut tidak dibatasi untuk satu gereja tertentu, melainkan terbuka bagi seluruh gereja dan unsur masyarakat.

Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan melalui pawai budaya ini adalah ajakan untuk memahami makna kehadiran Injil di Tanah Papua yang telah memasuki usia 171 tahun. Tema peringatan tahun ini menekankan tentang pertobatan dan menghadirkan keselamatan bagi semua umat.

“Karena itu, baik umat Kristen, Muslim, maupun seluruh agama yang ada di Tanah Papua diajak untuk saling menghormati dan saling menghargai. Pawai budaya ini bukan hanya milik umat Kristen, tetapi juga melibatkan unsur lintas denominasi, bahkan perwakilan dari masjid yang turut berjalan bersama,” katanya Pdt. Benyamin.

Ia menambahkan, keterlibatan lintas agama tersebut menjadi simbol kuat bahwa Tanah Papua, khususnya Provinsi Papua Barat, menjunjung tinggi nilai toleransi.

“Peserta pawai juga datang dari berbagai klasis dan kabupaten di luar Manokwari. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat hampir 500 peserta telah tiba dan bergabung di Manokwari, ” Tambahnya.

Lebih lanjut, Pdt. Benyamin menyampaikan harapan panitia agar pawai budaya ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, merawat budaya, serta membangun sikap saling menghormati.

“Kita juga diajak untuk menjaga Kota Manokwari agar tetap damai, karena Injil hadir untuk mengajarkan kita saling menghormati satu dengan yang lain,” pungkasnya.

 

PSR-CP