MANOKWARI, cahayapapua.id- Kabupaten Manokwari menyatakan kesiapan sebagai tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke XIV Tahun 2026, dengan progres persiapan yang telah mencapai 80 persen. Fokus utama saat ini diarahkan pada kesiapan akomodasi dan transportasi bagi ribuan peserta dan tamu dari seluruh Indonesia.
Koordinator Seksi Akomodasi Panitia Pesparawi Nasional 2026, Ferdy M. Lalenoh, mengatakan bahwa pihaknya terus merampungkan ketersediaan hotel dan penginapan bagi calon peserta Pesparawi yang akan hadir di Manokwari.
“Ketersediaan sarana hotel dan penginapan bagi calon peserta Pesparawi sampai dengan saat ini terus kami rampungkan. Beberapa hotel sudah kami siapkan, termasuk opsi alternatif berupa sarana angkutan kapal Pelni yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan Pesparawi nanti,” ujar Ferdy kepada media di Manokwari, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan hotel terapung juga menjadi salah satu opsi yang disiapkan panitia. Namun demikian, apabila sarana akomodasi di darat dinilai mencukupi, maka seluruh kebutuhan penginapan akan dimaksimalkan menggunakan fasilitas yang ada di darat.
“Jika dimungkinkan kita menggunakan hotel terapung, maka itu bisa digunakan. Namun kalau sarana yang ada di darat memungkinkan, maka kita maksimalkan sarana yang ada di darat,” jelasnya.
Ferdy mengungkapkan, berdasarkan data terakhir, Manokwari diperkirakan akan menerima sekitar 8110 hingga lebih dari 38 provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena adanya tim ofisial dan unsur pendukung lainnya yang turut hadir.
“Sesuai data terakhir update, ada sekitar delapan ratus sepuluh peserta dari tiga puluh delapan provinsi yang akan hadir. Namun ada kemungkinan bisa lebih dari target itu, mengingat adanya tim ofisial dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Terkait moda transportasi, Ferdy menyebutkan bahwa penggunaan transportasi akan bervariasi, tergantung wilayah asal peserta. Peserta dari wilayah Indonesia Barat dipastikan menggunakan transportasi udara, sementara peserta dari wilayah Indonesia Timur sebagian menggunakan transportasi laut dan sebagian lainnya menggunakan jalur udara.
Untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan peserta, panitia telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kementerian Perhubungan, khususnya terkait kemungkinan penambahan penerbangan ekstra (extra flight) menuju Manokwari.
“Ini memang menjadi ranah transportasi, namun sesuai hasil koordinasi kami beberapa waktu lalu, sudah ada alternatif seperti extra flight yang akan kami koordinasikan melalui Dinas Perhubungan dan juga Kementerian Perhubungan,” katanya.
Selain hotel, panitia juga menyiapkan asrama-asrama lokal sebagai bagian dari dukungan akomodasi.
Beberapa asrama yang telah disurvei di antaranya Asrama Sekolah Alkitab di Arfai, Asrama STT Erik Sountri, serta Asrama Mansinam yang saat ini masih dalam tahap survei lanjutan dan kemungkinan memerlukan sedikit perbaikan.
“Kami sudah survei dan mendata asrama-asrama tersebut, dan sampai saat ini kami prediksikan dapat mengakomodir sesuai dengan jumlah peserta yang datang,” jelas Ferdy.
Pesparawi Nasional XIV dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2024, selama sekitar 10 hari. Namun, kedatangan para peserta dan tamu diperkirakan sudah mulai terjadi sejak 15 Juni 2024.
Oleh karena itu, Ferdy menegaskan bahwa seluruh persiapan ditargetkan rampung 100 persen pada akhir Januari agar pelaksanaan Pesparawi berjalan lancar.
“Di akhir bulan Januari ini, kami pastikan semua persiapan rampung seratus persen untuk kegiatan besar ini,” pungkasnya.
PSR-CP
