Dongkrak Angka Wisatawan, Dispar PB Tetapkan Sejumlah Destinasi Unggulan 

MANOKWARI, cahayapapua.id-Dinas Pariwisata Pemprov Papua Barat tengah berupaya mendongkrak angka kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan memperbanyak event-event pariwisata di daerah.

“Kita sudah menetapkan beberapa destinas unggulan dan itu memang termasuk trik kita untuk transportasi masuk di wilayah Papua Barat,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Papua Barat, Jacobus Basongan, Senin (14/10/2024)

Jacobus mengatakan dengan adanya destinas unggulan di kabupaten/kota, akan disertai dengan pelaksanaan even-even bertaraf nasional dan internasional. Even itu menurutnya, harus menjadi kalender pariwisata agar bisa memicu kunjungan orang ke Papua Barat.

“Even-even tersebut seperti wisata religi di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari yang juga menarik pengunjung se-tanah Papua dan peringatan 100 tahun peradaban di Aitumeri di Wondama. Juga wisata yang memang sudah kita genjot itu kegiatan surfing nasional Manokwari provinsi Papua Barat 2024 sudah menjadi even rutinitas di Provinsi Papua Barat,” jelasnya.

Selanjutnya ada di kawasan Mokwa, Kabupaten Manokwari yaitu wisata burung pintar yang juga menjadi rutinitas wisatawan. Namun mereka menyesuaikan dengan musim, karena kebanyakan dari mereka melakukan penelitian dan memperhatikan lingkungan.

Selain itu, beberapa destinas yang ada di kabupaten lain juga sedang dorong. Ini kata Jacobus, agar setiap kabupaten memiliki even yang menjadi media promosi untuk daerah.

“Misalnya di Fakfak nanti di tanggal 17 – 19 Oktober ada Festival Pesona Pala, bersamaan dengan di Kaimana digelar Festival Pesona Senja. Kita akan dorong ini karena merupakan event yang baru dimulai dari awal tahun ini,” ujarnya.

Menurut Jacobus, dari destinasi tersebut, beberapa ditargetkan masuk dalam kalender event nasional. Dengan begitu, secara otomatis ada intervensi dari pemerintah pusat untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata Papua Barat.

“Ini beberapa even yang kita harapkan, dan kita juga berharap dari kabupaten lainnya. Seperti di Mansel dengan Potensi Coklat, hanya saja dari pemerintah kabupaten belum bisa mengemas itu ke dalam event,” ucapnya

Ia menambahkan, terkait Danau Anggi di Kabupaten Pegaf, butuh keberlanjutan. Sebelumnya pemprov sudah melakukan even, tapi hingga saat tidak ada tindak lanjut dari pemerintah setempat.

“Sehingga kita berharap di tahun depan Danau Anggi ini bisa melakukan suatu even dari pemkab untuk mempromosikan daerah, dengan mengundang media nasional, sehingga ini bisa menjadi promosi bagi daerah kita ini, ” Pungkasnya.

“Termasuk di Gunung Meja yang mana kita telah melakukan MoU dengan BBKSDA Papua Barat untuk kita bisa kelola Gunung Meja. Namun demikian ini kemudian menjadi kewenangan dari Kementerian Kehutanan,” tutup Jacobus.

 

 

PSR-CP