MANOKWARI, cahayapapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, dengan dukungan Prisma, sebuah program kemitraan antara pemerintah Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas) dan pemerintah Australia (Departemen Luar Negeri dan Perdagangan/DFAT), menyelenggarakan pertemuan bertajuk Kolaborasi Membangun Industri Sayuran yang Berkelanjutan dan Inklusif, Rabu (29/5/2024). Pertemuan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas sektor di Papua Barat.
Kegiatan yang mengusung slogan “Baku Bantu Petani Maju” ini menjadi ajang bagi Pemprov Papua Barat untuk membuka ruang berbagi pembelajaran dari keterlibatan partisipatif agrobisnis pertanian sayuran dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya bagi petani orang asli Papua (OAP).
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Jacob Fonataba, mengatakan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal, khususnya petani OAP, merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Papua Barat.
“Kami percaya bahwa kuncinya terletak pada kolaborasi antara pemerintah, swasta, kelompok masyarakat, dan pihak-pihak lainnya,” ujarnya.
Jacob juga menyampaikan bahwa studi Prisma pada 2021 menunjukkan lebih dari separuh kebutuhan sayuran masyarakat di tanah Papua masih diambil dari luar daerah.
Hal itu, kata dia, merupakan peluang usaha yang dapat dimanfaatkan masyarakat OAP, terutama generasi muda, untuk terjun ke dalam produksi dan bisnis pertanian sayuran.
Jacob berharap para pemangku kepentingan di Papua Barat dapat berkolaborasi menciptakan iklim usaha yang mendorong petani untuk meraih peluang tersebut.
“Ada harapan besar dari pemerintah Papua Barat agar petani OAP mampu menjadi petani yang handal dan maju dengan pengetahuan dan keterampilan bertani yang meningkat, serta memiliki kesadaran yang tinggi terhadap peluang pasar,” katanya.
Dia juga berharap kerja sama ini dapat diperluas di Kabupaten Manokwari dan direplikasi di kabupaten-kabupaten lainnya di Papua Barat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Manokwari, Jeffry Sahuburua, memaparkan pengalamannya dalam mengelola kerja sama dengan mitra swasta di Kampung Kwau.
DPMK Manokwari, didukung Prisma, telah menginisiasi kerja sama multipihak dengan PT Agrosid Manunggal Utama dan Anggi Mart untuk mendorong pertanian sayuran yang lebih produktif bagi petani OAP di Kampung Kwau.
“Melalui kerja sama ini, peran lembaga usaha tingkat kampung seperti Bumdes dapat diperkuat untuk menjawab kebutuhan dan potensi pengembangan ekonomi masyarakat pertanian lokal,” ucapnya.
Ketua Bumdes Kampung Kwau, Semuel Mandacan, sekaligus petani andalan dari lokasi percontohan pemberdayaan masyarakat OAP menyampaikan dukungannya terhadap upaya mendorong pertanian sayuran yang lebih produktif.
“Kitong tra bisa tunggu lagi, tong bisa mulai dari kampung untuk mendapatkan produksi sayur yang baik dan meningkatkan penghasilan petani,” tuturnya.
Direktur PT Agrosid Manunggal Sentosa, Ayub Darmanto, mengungkapkan kerja sama multipihak adalah hal yang strategis bagi agrobisnis.
“Dengan dukungan dari pemerintah, Agrosid dapat memperluas jangkauan pemasaran benih berkualitas secara lebih efektif, efisien, dan terutama tepat sasaran ke petani,” terangnya.
Pendiri Anggi Mart sekaligus Ketua Umum Papua Youth Creative Hub (PYCH), Simon Tabuni, menyampaikan kerja sama antara pemerintah dan swasta memungkinkan lebih banyak petani OAP, terutama mamamama, mendapatkan akses informasi dan layanan pemasaran yang lebih baik, sehingga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
PSR-CP
