Pengembangan Pelabuhan Manokwari, e-Ticketing dan Pagar Otomatis Diusulkan

MANOKWARI, cahayapapua.id – Pengembangan Pelabuhan Manokwari, Papua Barat, menjadi salah satu program prioritas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Manokwari.

“Terkait pengembangan Pelabuhan Manokwari, ini menjadi salah satu program prioritas kita di tahun ini,” ujar Kepala Kantor KSOP Kelas IV Manokwari, Nurdin Marpaung, kepada wartawan, Selasa (28/5/2024).

Dia menjelaskan pihaknya telah mengajukan usulan ke PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional IV Manokwari sebagai operator untuk pengembangan pelabuhan tersebut.

“Uusulan ini kita juga sudah sampaikan ke Pelindo dan kami sama-sama sudah sinkron. Mudah-mudahan di tahun ini bisa terlaksana,” katanya.

Saat ini, terminal penumpang Pelabuhan Manokwari hanya mampu menampung 200 penumpang, padahal jumlah penumpang kapal bisa mencapai 400 hingga 1.000 orang, terutama pada musim liburan.

Nurdin menekankan perlunya renovasi atau pembangunan ulang terminal agar mampu menampung hingga 600 penumpang.

“Ini dilakukan sesuai arahan Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang menginginkan penumpang kapal laut bisa nyaman seperti penumpang kereta api dan pesawat udara,” jelasnya.

Selain itu, KSOP Manokwari juga mengusulkan proyek perubahan dengan mengadakan garbarata, penerapan pagar otomatis, dan e-ticketing di Pelabuhan Manokwari.

“Pagar otomatis dan e-ticketing diperlukan untuk menata kendaraan yang masuk pelabuhan agar lebih tertib, seperti di Bandara Rendani dan Pelabuhan Sorong,” ujarnya.

Nurdin menambahkan e-ticketing juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendaraan secara lengkap sehingga penerimaan negara bukan pajak dari kendaraan yang masuk ke terminal dapat dimaksimalkan dan mengurangi praktik kecurangan.

“Dengan e-ticketing, hanya penumpang yang memiliki tiket yang dapat masuk ke dermaga. Ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di pelabuhan,” tambahnya.

 

PSR – CP