MANOKWARI, cahayapapia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat, akan membangun jembatan sementara sebagai pengganti Jembatan Kali Wariori yang hampir putus akibat curah hujan tinggi beberapa waktu lalu.
“Kali Warriori karena masih dalam ruas jalan nasional sehingga kami dari kabupaten dan provinsi bersama-sama Balai Kementerian PUPR Papua Barat meninjau dan juga memastikan langkah-langkah penanganan terhadap Jembatan Kali Warriori,” ujar Bupati Manokwari, Hermus Indou, usai meninjau langsung kondisi kerusakan Jembatan Kali Wariori, Rabu (22/5/2024).
Jembatan Wariori merupakan jalan trans antarprovinsi dan satu-satunya akses yang menghubungkan distrik di Manokwari. Hermus menyampaikan jembatan darurat yang diperkirakan selesai dalam dua bulan ke depan.
“Hanya dua bulan ini. Jadi, saya minta masyarakat bersabar seraya kita berdoa sama-sama supaya Tuhan berikan kepada kita cuaca yang bersahabat lagi ke depan. Kalaupun ada yang melintasi Kali Wariori tunggu debit airnya sudah berkurang karena untuk sementara luapan juga masih tinggi dan itu tidak bisa dilewati,” katanya.
Hermus menjelaskan kondisi jembatan yang miring saat ini tidak lagi layak untuk digunakan karena berisiko anjlok. “Kalaupun ada hal-hal yang menyangkut kehidupan masyarakat dan butuh pelayanan ke Kota Manokwari, tetap bersabar sampai pemerintah mengusahakan jalan keluarnya dengan membangun jembatan darurat sementara,” imbuhnya.
Hermus menambahkan aktivitas penambangan liar di hulu Kali Wariori juga berkontribusi terhadap kerusakan infrastruktur. “Sebelum adanya penambangan, kondisi banjir dan luapan Kali Wariori tidak seperti sekarang. Penambangan menyebabkan debit air tinggi dan membawa material turun,” ucapnya.
PSR – CP
