BKK Manokwari Sebut tak Ada Insiden Spesifik Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran

MANOKWARI, cahayapapua.id – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Manokwari mengonfirmasi tidak ada peristiwa spesifik selama masa masuk dan balik Lebaran Idul Fitri 2024. Situasi transportasi di Bandara Rendani berjalan kondusif.

“Selama posko, BKK Manokwari, lingkup kerjanya melakukan pelayanan kesehatan terbatas, selama posko, berupa pemeriksaan kesehatan, rujukan maupun evakuasi. Jadi Selama posko Lebaran ini berjalan normal, tidak ada kejadian spesifik, yang perlu dilakukan penanganan khusus,“ tutur Koordinator Substansi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi, Muhammad Ibrahim, di Manokwari, Kamis (18/4/2024)

Ia menyatakan pihaknya tetap melakukan pelayanan berupa menerbitkan surat izin layak terbang. Baik bagi ibu hamil maupun lansia dan anak bayi.

“Kami juga tetap menerbitkan izin layak terbang orang sakit bagi para penumpang yang membutuhkan pelayanan untuk berobat keluar dan memerlukan bantuan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Ibrahim mengatakan, tidak ada insiden yang luar biasa atau spesifik. Semua berjalan normal. Termasuk pengawasan pelayanan pengiriman jenazah.

Ia juga menyampaikan Selama posko, ada enam orang yang bertugas. Satu dokter, satu perawat.

Pihaknya juga menyediakan ambulans, perlengkapan kegawatdaruratan, alat bantu pernafasan dan perlengkapan kesehatan lainnya.

“Jadi beberapa waktu lalu ada penumpang baru turun tiba dari Sorong, yang bersangkutan sehat dan layak terbang dari Sorong. Karena ada faktor kelelahan dan faktor lainnya, mendapatkan serangan jantung. Untung ada petugas dari Basarnas yang siap sigap menangani penumpang tersebut,“ ucapnya.

Ibrahim menyatakan koordinasi yang dilakukan antarpetugas BKK Manokwari dan Basarnas berjalan baik. Di mana tim Basarnas yang berada di lokasi kejadian yang sigap menangani kejadian tersebut.

“Jadi oleh tim dari Basarnas melakukan penanganan cepat kemudian di bawah ke rumah sakit. Dengan demikian apabila ada kondisi seperti tersebut maka petugas yang berada di dekat itu yang bisa menangani dan dapat segera melaksanakan tindakan seperti itu,“ ungkap Ibrahim

Ia menambahkan, selain membuka posko di bandara, BKK juga membuka posko di pelabuhan. Posko akan berakhir pada 26 April 2024.

“Untuk di Pelabuhan kita menyiapkan tujuh dokter, perawat dan petugas teknis kesehatan lainnya. Kemudian sasaran atau objek pelayanan berbeda, penumpang, calon penumpang, pengguna jasa, dan petugas,“ katanya.

Menurutnya, selama posko pihaknya fokus pada kesehatan penumpang, menjaga kondisi penumpang untuk nyaman selama perjalanan.

“Ada juga yang berobat di posko, seperti pusing, kelelahan, hipertensi, dan sebagainya. Juga kita melakukan evakuasi medis bagi pasien penumpang,“ pungkasnya.

 

PSR – CP