MANOKWARI, cahayapapua.id-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Hukum se-Kabupaten Manokwari berunjuk rasa di depan kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Papua Barat, Senin (26/2/2024). Massa menuntut Bawaslu menunjukkan keseriusan menuntaskan berbagai pelanggaran Pemilu 2024.
Aksi dipimpin Ketua BEM STIH Manokwari Herzon A Korwa, Ketua BEM STIH Caritas Papua Delfinsen Pahala dan Koordinator Lapangan, Rusmanudin Kelkusa. Selain berorasi, mahasiswa juga membentang spanduk
Herzon A Korwa dalam orasinya mengapresiasi KPU dan Bawaslu Provinsi Papua Barat dalam menyukseskan Pemilu 2024. Namun, Herzon meminta agar berbagai pelanggaran tetap ditindaklanjuti secara serius.
“Bawaslu Papua Barat agar memproses semua pelanggaran yang terjadi dalam Pemilu 2024 ini. Harus ada proses hukum setiap dugaan tindakan pidana Pemilu maupun pelanggaran administrasi Pemilu,“ ujarnya.
Kemudian dalam aspirasi tersebut kata Herzon, Bawaslu diminta agar lebih transparan dalam melakukan proses pemeriksaan pada setiap kasus pelanggaran. Masyarakat kata Herzon, ingin agar pelanggaran dibuka selebar lebarnya kepada publik.
“Jika pernyataan sikap kami di atas tidak dilaksanakan maka kami pastikan bahwa hari Senin 4 Maret 2024 kami akan turun dengan kekuatan masa yang lebih besar,“ katanya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Papua Barat, Elias Ijie mengaku siap menindaklanjuti aspirasi pengunjuk rasa. Menurutnya, Bawaslu bekerja dengan data dan bukti. Karenanya, dugaan pelanggaran akan diproses dengan bukti yang ada.
PSR-CP
