RSUD Manokwari Tetapkan Target Pendapatan Rp36 Miliar Tahun ini

MANOKWARI, cahayapapua.id-  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari menargetkan meraup pendapatan sebesar Rp36 miliar tahun 2024. Target ini sama dengan tahun sebelumnya yang menyentuh angka realisasi sekitar Rp33 miliar.

Kepala Bagian Kesekretariatan RSUD Manokwari Samjar GF Manobi mengatakan, setelah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD), RSUD Manokwari diharuskan mengelola keuangan untuk membiayai operasional sendiri. Karena itu, RSUD kini menetapkan target target pendapatan.

“Untuk target pendapatannya masih sama tahun ini (2024) dengan tahun 2023. Pada tahun 2023, pendapatan terealisasi Rp33 miliar. Kemudian untuk tahun ini kita sudah melakukan kajian dan semoga semua target dapat terealisasi seluruhnya,” kata Samjar saat dijumpai awak media, Kamis (22/2/2024)

Samjar menyampaikan, sumber pendapatan terbesar RSUD Manokwari diperoleh dari sektor medis yaitu jasa pelayanan pasien. Untuk itu pihaknya tengah mengejar pendapatan dari sektor nonmedis tahun ini.

Menurutnya, untuk mengejar target pendapatan sektor nonmedis, pihaknya akan memanfaatkan lahan di wilayah RSUD dengan melakukan kerja sama dengan pihak bank. Sehingga ruangan bisa disewa menjadi ruang ATM atau kantor kas.

Samjar juga menambahkan, salain dengan bank, pihaknya juga sedang melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola tempat parkir dan kantin yang berada di dalam lokasi RSUD.

“Sedangkan untuk sektor medis, langkah yang kita lakukan adalah maksimalkan pelayanan yang mendatang income dan memperketat pengeluaran untuk program prioritas,” katanya.

Ia mengatakan, RSUD Manokwari tahun ini masih mendapat sokongan anggaran dari Pemkab Manokwari sebesar Rp25 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk gaji pegawai dan tunjangan.

“Jadi melalui anggaran pemerintah tersebut, tahun ini RSUD Manokwari mendapat alokasi Rp4 miliar dari DAK kesehatan untuk pembelian alat kesehatan di UGD dan juga belanja obat sebesar Rp2 miliar. Kemudian, total tenaga kerja di RSUD Manokwari baik tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan berjumlah 390 orang, yang terdiri dari 189 ASN dan 201 pegawai kontrak atau honorer,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, Marthen Rantetampang mengatakan, sebagai BLUD, RSUD harus bisa mengevaluasi penggunaan target penggunaan anggaran sehingga bisa mencapai target pendapatan tahun ini.

Selain itu, kata Marthen, RSUD harus bisa menganalisa apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan dalam pengelolaan keuangan. RSUD Manokwari juga harus rutin melakukan pertemuan dengan badan pengawas untuk meminta pengarahan agar ada percepatan untuk mencapai target pendapatan.

“Harus ada evaluasi per tiga bulan bersama badan pengawas melihat target anggaran yang dicapai. Secara komperhensif harus dianalisa apa yang menjadi kekurangan. Siapa tahu badan pengawas bisa memberi arahan apa yang menjadi prioritas untuk diperbaiki,” katanya.

PSR-CP