MANOKWARI, cahayapapua.id– Wakil Rektor I Universitas Papua (UNIPA) Prof Sepus Fatem mengatakan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) saat ini berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang guna menunjang percepatan pembangunan.
Karenanya, LPDP mendorong mahasiswa dan ASN agar memanfaatkan program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dan S2.
“LPDP juga mendorong akselerasi riset dan inovasi strategis nasional untuk kemajuan Indonesia melalui program pendanaan riset inovatif produktif,” jelas Prof Fatem acara seminar dan sosialisasi awal beasiswa LPDP 2024 di Aula Universitas Papua, Selasa (16/1/2024) lalu.
Dijelaskan Prof Fatem, UNIPA memberikan apresiasi kepada pimpinan dan staf LPDP yang telah memberikan kepercayaan kepada UNIPA sebagai host pelaksanaan seminar awal dan sosialisasi beasiswa LPDP 2024.
“Saya secara pribadi dan sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Papua memberikan dukungan, apresiasi yang penuh atas acara hari ini,“ tandasnya.
Dijelaskan Prof Fatem, pemerintah pusat sejak tahun 2011 membangun komitmen bersama dalam rangka pengembangan dana pendidikan guna menyukseskan visi pembangunan Indonesia Emas 2045.
Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.01/2011, maka LPDP dibentuk sebagai sebuah lembaga noneselon yang bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dan merujuk juga pada dewan penyantun LPDP yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Serta Kementerian Agama.
Prof Fatem juga mengatakan untuk periode 2024, pendaftaran sedang di mulai sejak tanggal 11 Januari -12 Februari 2024. Menurutnya, beasiswa LPDP adalah kesempatan emas bagi seluruh warga negara Indonesia dan khususnya di tanah Papua yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3.
“Jika dibandingkan saat ini dengan zaman saya dulu mencari beasiswa untuk mengambil studi lanjut S2/S3 bersama beberapa rekan-rekan sangat berbeda signifkan jauh,” pungkas alumni S2 dari Tropical Forest And Nature Conservation Dept, Wageningen University Belanda ini.
Lanjut Prof Fatem, saat ini sudah terjadi perubahan besar dalam memperoleh informasi beasiswa, persyaratan maupun kemudahan lainnya. “Dulu tidak ada yang namanya afirmasi, tidak ada klusterisasi beasiswa berdasarkan kondisi daerah, keadaan sosial ekonomi dan lainnya.
Namun hari ini sudah ada dan jelas-jelas memberikan kesempatan yang besar bagi kita khususnya anak-anak di tanah Papua untuk bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut Prof Fatem menjelaskan bahwa skema LPDP khususnya beasiswa putra putri Papua adalah kesempatan emas bagi anak-anak Papua. Selain itu ada juga jalur afirmasi. Tidak lolos di beasiswa putra putri Papua, maka bisa apply di beasiswa afirmasi.
Ini bukti bahwa pemerintah sangat serius memberikan keberpihakan bagi anak-anak Papua untuk berkontribusi bagi pembangunan. “Saya mengajak semua alumni Unipa, para dosen UNIPA, para ASN di lingkungan pemerintah di tanah Papua maupun para penggiat LSM serta lainnya untuk menggunakan kesempatan ini. Kalau Anda bisa pergi bersekolah menggunakan beasiswa LPDP ke berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri maka Anda akan mengalami perubahan diri, sikap dan konstruksi berpikir. Anda akan kenal budaya yang berbeda, sistem pendidikan yang berkualitas, tata bahasa bahkan ada akan memiliki jaringan global dengan berbagai pihak. Karena semua itu akan membentuk leadership anda sebagai calon pemimpin masa depan,“ jelasnya.
Dari presentasi hari ini, angka pelamar dan peserta yang lulus masih relatif rendah. Untuk Kabupaten Manokwari hanya 197 orang atau sekitar 0,65 persen. Sedangkan untuk Provinsi Papua Barat 375 peserta lulus. Maka angka ini masih sangat rendah dari target yang ditetapkan oleh LPDP.
Selanjutnya Prof Fatem juga mengungkapkan bahwa merespon angka capaian yang masih rendah maka rencana aksi yang akan didukung UNIPA ke depan dalam rangka promosi dan sosialisasi beasiswa LPDP yakni diagendakan 2 hari setelah pelaksanaan wisuda universitas papua. “jika rata-rata total wisudawan/i UNIPA setiap periode khusus untuk sarjana sebanyak 250 orang, maka ada sekitar 750 alumni UNIPA yang berpotensial setiap tahun untuk memperoleh kesempatan studi lanjut. Asumsi ini hanya untuk alumni UNIPA belum terhitung alumni dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar di Manokwari bahkan ASN di kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat,” paparnya.
Selain itu, UNIPA juga akan membantu menyosialisasikan agar beasiswa LPDP juga bisa dinikmati ASN dan masyarakat luas di lingkungan kabupaten/kota.
“Saya optimis melalui pola ini akan terjadi lonjakan pendaftar dan peserta yang dinyatakan lulus di tahun -tahun berikutnya. Sehingga kuota yang diharapkan dapat terpenuhi. Oleh sebab itu, kantor wakil rektor unipa akan mengambil kebijakan untuk menfasilitasi informasi dan promosi bagi LPDP untuk melaksanakan sosialisasi bersamaan dengan setiap pelaksanaan wisuda terhitung 29 Maret 2024,” tutupnya.
PSR-CP











