MANOKWARI, cahayapapua-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manokwari menerima jatah dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) 2024 sebesar Rp68 miliar. Anggaran ini bakal digelontorkan untuk sejumlah proyek infrastruktur vital.
Kepala Dinas PUPR Manokwari Emba Rantelino merinci, dari total anggaran yang diperoleh, DAK sebesar Rp51 miliar, dan DAU sebesar Rp17 miliar. Anggaran ini akan dialokasikan untuk sektor fisik.
*ahun ini Dinas PUPR Manokwari akan membutuhkan banyak anggaran untuk melakukan program pembangunan fisik terutama bagi pembangunan jalan. Ini dilakukan untuk menjawab aspirasi masyarakat setelah adanya pemekaran lima distrik (kecamatan) baru,” terang Emba, Sabtu (20/1/2024).
Lanjut Emba, dengan terbentuknya lima distrik baru, secara umum tugas PUPR adalah menghubungkan jalan dari ibukota distrik ke ibukota kabupaten. Begitupun juga dengan jalan-jalan di kampung harus terhubung dengan pemerintah distrik.
“Untuk tahun ini kita PUPR Manokwari bersama Bupati Manokwari memiliki beberapa daerah yang menjadi perhatian khusus,“ tuturnya.
Menurut Emba, dari kelima distrik baru tersebut Distrik Mokwam yang menjadi fokus pembangunan jalan. Sehingga tahun ini PUPR telah mengalokasikan anggaran Rp9 miliar yang bersumber DAK transportasi pedesaan untuk melanjutkan pembangunan jalan dari Distrik Mokwam sampai dengan Kali Prafi.
Ia juga menyampaikan bahwasanya Bupati Manokwari juga menaruh perhatian pada Distrik Masirawi yang juga perlu dibuatkan jalan. Karena pusat pemerintahan distrik harus bisa diakses oleh 10 kampung di daerah itu.
“Tentunya kita harus menyesuaikan ini dengan kemampuan anggaran. Semoga dana kita cukupkan untuk membiayai pembuatan jalan yang dibutuhkan. Dengan harapan kita ada sumber dana lain untuk membiayai program fisik di Manokwari,” ungkap Emba.
Ia menambahkan, Bupati Manokwari ingin sekali semua pembangunan jalan di Manokwari terwujud. Bahkan bupati sering melobi untuk mendapat dukungan pemerintah pusat untuk memberi kucuran dana dari sumber apapun untuk mendukung itu termasuk dana inpres jalan daerah.
“Itu semua diupayakan untuk mendukung semua program fisik kita. Biaya infrastruktur secara umum di Papua sangat mahal, membutuhkan ekstra besar,” pungkasnya.
PSR-CP
