Wamentan Harvick Janjikan Pembangunan RPH Modern di Manokwari

MANOKWARI, cahayapapua.id- Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan ke Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Sabtu (2/12/2023). Wamentan Harvick didampingi Pj Gubernur Papua Barat All Bahan Temongmere dan Bupati Manokwari Hermus Indou.

Harvick berkeliling Pasar Wosi. Ia mengunjungi beberapa los pedagang seperti tempat penjualan sayuran, buah dan rempah yang melayani kebutuhan hotel dan restoran di Papua Barat.

Harvick mengatakan, Manokwari menunjukkan banyak kemajuan. Iklim perniagaan di Pasar Wosi menurutnya, cukup bergairah, menunjukkan kian baiknya ekonomi daerah.

“Sesuai arahan Presiden RI, kami hadir di sini, baik itu pemerintah pusat, Kementerian Pertanian, kepala daerah, Pj Gubernur Ali Bahan Tamongmere juga Bapak Bupati Manokwari Hermus Indou. Di sini kami kemudian mengunjungi Pasar Wosi,“ ujar Harvick kepada awak media usai mengelilingi Pasar Wosi Manokwari, Sabtu (2/12/2023).

Menurut Harvick, Pasar Wosi memiliki prospek menjanjikan sebagai pusat perniagaan. Pasar Wosi bisa menghidupi kebutuhan masyarakatnya sendiri.

“Di Manokwari hasil kunjungan kami di Pasar Wosi kali ini tadi sudah ke Los sayur-mayur, buah-buahan terus bumbu-bumbuan yang menjadi kebutuhannya hotel, restoran dan kafe. Jika kita lihat Manokwari bisa menghidupi kebutuhan masyarakatnya sendiri dari sisi sayur-mayur, buah-buahan ya tadi sudah kita saksikan sama-sama,“ tuturnya.

Lanjut Harvick, ke depannya diharapkan produk lokal bisa dipasok ke luar daerah. Sehingga tak hanya menghidupi masyarakatnya, tetapi juga surplus untuk memenuhi permintaan di daerah lain.

Selain itu, kata Harvick, ini juga akan menambah nilai jual dan membuka lapangan kerja baru. Terutama bagi generasi muda.

“Jadi dari mulai on farm dan off farm ini banyak anak-anak muda jadi tertarik bikin keripik-keripik, dan banyak lagi yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Selain los sayur mayur dan buah, Harvick juga mengunjungi los daging. Ia mengatakan, ada sedikit permasalahan di Manokwari untuk sapi potong.

“Ini karena kemarin yang dari Sorong itu mengambil sapi hidupnya ke Manokwari. Sehingga akhirnya populasi sapi di Manokwari berkurang tapi harganya tetap sama,” paparnya.

Karena itu pemerintah akan segera melakukan tindakan-tindakan responsif. Hervick menjanjikan akan segera dipikirkan pembangunan rumah potong hewan (RPH) di Manokwari.

Menurut Harvick, kehadiran RPH modern akan mendorong produktivitas daging di daerah ini. Sehingga pedagang akan mendapatkan manfaat lebih baik.

“Soal masalah sapinya sendiri kita akan coba perbanyak melalui beberapa program-program kemitraan dengan masyarakat peternak di Manokwari. Mudah-mudahan ini di samping bisa menekan harga juga memberikan keuntungan yang lebih kepada masyarakat peternak di Manokwari,“ jelas Harvick.

Selanjutnya akan ada program stimulan budidaya sapi. Juga program yang secara langsung menyentuh peternak.

“Bukan hanya stimulan tapi memang langsung kita zonasi baik itu RPH maupun sentra-sentra peternak di masyarakat Manokwari. Dan dari hasil kunjungan kerja kali ini akan saya laporkan ke Presiden langsung untuk memitigasi masalah-masalahnya sekaligus mencari jalan keluarnya,“ ungkapnya.

 

PSR-CP