Hutan Seluas 15 Hektar Terbakar di Fakfak Papua Barat

MANOKWARI, cahayapapua.id—Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Derek Ampnir mengatakan, sekira 15 hektar hutan terbakar pada bencana kebakaran yang terjadi di Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak pada 12 Agustus lalu.

“Team TRC kabupaten Fakfak yang dipimpin langsung oleh Kalaksa pada saat kejadian, langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Kampung Warisa Mulya, Wonodadi Mulya dan Wasa Mulya. Sekitar 10–15 hektar hutan terbakar,”  kebakaran,” jelas Derek Ampnir, Selasa (15/8/2023).

Menurutnya, kebakaran hutan terjadi hampir di setiap tahun. Hal itu terjadi akibat dipicu kebiasaan masyarakat.

“Biasanya masyarakat bakar kayu sambil berburu, kemungkinan api tersebut yang jadi pemicu awal kebakaran. Kebakaran hutan juga terjadi di waktu yang bersamaan, terjadi di kabupaten Manokwari Selatan dan kabupaten Teluk Wondama,” ujarnya.

Beryuskur, lanjut Derek Ampnir, kebakaran hutan yang terjadi di Teluk Wondama dan Mansel, itu padam dengan sendiri.

“Karena memang area yang terbakar tidak besar. Di Wondama itu sekitar 1,5  hektar. Sementara, di Mansel sekitar 8–10 hektar. Laporan yang kami terima tidak ada korban jiwa dalam bencana kebakaran di tiga kabupaten tersebut,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Apnir mengingatkan soal komunikasi and koordinasi kebencanaan harus terorganisir secara baik. Sehingga pelaporan data dan informasi dari OPD lain, serta dari tingkat bawah wajib disampaikan ke BPBD secara berjenjang.

“Urusan kebencanaan ini riskan sekali. Secara aturan BPBD yang bertanggung jawab. Sehingga kami harapkan kerja sama dari lintas OPD jika memiliki data dan informasi bisa dikoordinasikan kepada BPBD di kabupaten maupun provinsi,” tandasnya. (BMB-CP)