MANOKWARI, cahayapapua.id—Kerukunan Keluarga Buton Raya (KKBR) Provinsi Papua Barat, harus menghargai kearifan lokal yang ada di Tanah Papua.
“Kita harus selalu menghargai hak-hak dan kearifan lokal yang ada di Tanah Papua, karena ini merupakan tempat bagi kita untuk mencari makan. Jadi jangan coba-coba anda menjadi tuan rumah,” ucap Ketua KKBR Said Wali.
Said Wali menegaskan pesan itu di sela pembukaan Rakerda 1 KKBR provinsi Papua Barat yang berlangsung, Sabtu (5/8/2023).
Kegiatan rakerda tersebut dibuka oleh Sultan Buton, dr. H. La Ode Muhammad Izat Manoarfa. Melalui rakerda ini, diharapkan mampu merumuskan program yang lebih taktis dan strategis.
Said Wali mengingatkan, filsafat orang Buton yakni harus saling menyayangi, saling menghormati, saling menghargai dan saling memelihara. Untuk itu, seluruh warga KKBR yang ada di Papua Barat membantu program pemerintah dari semua aspek, mulai dari ekonomi hingga budaya.
Bupati Hermus Indou yang diwakili Asisten II Setda Kabupaten Manokwari, Harjanto Ombesapu berpesan, warga KKBR mesti bersama-sama menyatukan langkah dan saling bergenggaman tangan untuk berkontribusi dalam pemulihan sektor ekonomi dan kesehatan.
Melalui momentum rakerda ini, warga dan pengurus KKBR diharapkan mampu merumuskan program yang mampu menjawab tugas pelayanan organisasi di masyarakat.
“Setiap pengurus dapat menyampaikan programnya yang selaras dengan visi dan misi pemerintah, karena nantinya akan dituangkan dalam program kerja sekaligus mendukung visi dan misi di setiap daerah yang ada,” kata Harjanto.
Pelaksanaan rakerda ini harus menjadi sarana dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja pengurus, sejauh mana semua pengurus berperan aktif dalam rangka melaksanakan visi dan misi organisasi di setiap daerah, khususnya di tingkat provinsi.
“Evaluasi untuk menemukan kekurangan serta kelemahan dari masing-masing bidang kepengurusan dan selanjutnya akan dicari solusi yang terbaik untuk kemudian lebih aktif lagi demi kemajuan organisasi KKBR,” pungkasnya. (PSR-CP)
