Pemkab Manokwari Komitmen Bangun Ekonomi Kuat Melalui KTB-UMKM

MANOKWARI, cahayapapua.id—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, berkomitmen membangunan daerah yang kuat melalui keberadaan Kelompok Tumbuh Bersama Usaha Menengah Kecil dan Mikro (KTB-UMKM).

Komitmen itu diwujudkan melalui pelatihan yang dilaksanakan atas kolaborasi bersama Transformation Connection Indonesia, DPW PWKI Provinsi Papua Barat, Dekranasda kabupaten Manokwari, berlangsung Selasa (1/8/2023).

“Khusus hari ini kita kedatangan tim TCI yang juga nanti akan membantu untuk memberikan bekal yang sangat berarti kepada kita semuanya supaya bisa tumbuh berkembang dan menghasilkan uang dan juga bisa sejahtera di Tanah Papua ini,” ujar Hermus saat membuka pelatihan tersebut.

Keseriusan membangun ekonomi daerah yang kuat, pemkan berkomitmen membentuk tim transformasi dengan melibatkan OPD terkait. Dalam menjalankan program dan kegiatan yang bersentuhan dengan pelaku-pelaku UMKM.

Menurut Hermus, kolaborasi yang dilakukan ini menjadi sesuatu yang sangat penting guna membangun daerah ini dalam berbagai keterbatasan sehingga bisa maju dan sejahtera.

“Pelatihan yang dilaksanakan tentu sangat sejalan dengan visi pemerintah kabupaten Manokwari yaitu kabupaten Manokwari menjadi pusat peradaban di Tanah Papua dan ibu kota provinsi Papua Barat yang berbudaya, religius, mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.

Melalui pelatihan dan pembinan kepada para pelaku usaha maka dharapkan terciptanya lapangan pekerjaan.

Di sisi lain, Hermus mengakui, ketahanan dan kedaulatan pangan di kabupaten Manokwari berlum terwujud. Daerah ini masih bergantung pada suplai dari daerah lain.

Keterbatasan dan ketidakmampuan daerah pada sektor ekonomi tak lepas dari kualitas SDM. Oleh karena itu, pendidikan formal dan informal perlu dencarkan.

“Saya berharap kegiatan ini ke depan bisa ditindaklanjuti, dengan kehadiran TCI ini sangat bagus untuk kita. Waktunya kita berubah hari ini dengan mengubah mindset kita dan diikuti dengan perilaku kita,” tutupnya.

Pemkab Manokwari menaruh harapan besar kepada KTB-UMKM. Kelompok ini harus bisa membantu pemerintah daerah dalam mengatasi masalah kemiskinan

“Apa yang diselenggarakan pada hari ini, masalah dari kemiskinan kita bahkan tidak hanya miskin tapi kemiskinan ekstrem. Kita di Manokwari kemiskinan kita secara umum 19% dan untuk kemiskinan ekstrem kita ada sekira 14.000 jiwa,” bebernya.

Kemiskinan itu terjadinya karena  tidak memiliki akses layanan dalam memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan. Kemiskinan juga terjadi karena tidak punya lapangan pekerjaan, dengan begitu dia tidak punya penghasilan.

Baca juga : Hersmus Indou: Jangan Sampai Pendidikan Kita Kualitasnya di Bawah Kabupaten Baru Mekar

Pelibatan tim TCI ini, menitikberatkan pada pelatihan dan pendampingan yang bakal berlangsung selama 2 tahun. KTB UMKM yang akan mendapatkan pengetahuan mengelola pontesi lokal, serta cara mengubah mindset dalam mewujdkan kemandirian usaha. (PSR-CP)