MANOKWARI, cahayapapua.id- Kawasan Area Publik Borarsi secara resmi akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari.
Hal ini ditandai dengan penerimaan pengelolaan dan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) KAP Borarsi dari Balai Kementerian (PUPR) Provinsi Papua Barat, oleh Kepala Balai Kementerian PUPR Provinsi Papua Barat , Wahyu Tri Nugroho kepada Bupati Manokwari, Hermus Indou, Senin (26/5/2025).
Sementara itu, untuk pengelolaannya akan di kelola oleh Dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif melalui Unit Pelaksana Tugas (UPT).
Bupati Manokwari dalam sambutannya menegaskan bahwa KAP Borarsi merupakan elemen penting dalam menciptakan kota yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
”Juga KAP Borarsi bukan sekadar ruang publik, tetapi juga wadah interaksi sosial, ekspresi budaya, pertumbuhan kreativitas, dan wahana rekreasi masyarakat, “ujar Hermus.
Kawasan yang telah direvitalisasi oleh Kementerian PUPR bersama Pemkab Manokwari ini terletak di lokasi strategis pusat kota dengan desain modern dan fasilitas yang lengkap.
”Sehingga kami berharap KAP Borarsi menjadi paru-paru kota yang produktif dalam semua kegiatan baik itu berupa kegiatan sosial, olahraga, seni, maupun budaya bagi warga Manokwari, “ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Manokwari siap mengelola KAP Borarsi secara bertanggung jawab dan berkomitmen, dengan rencana pengelolaan di bawah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
”Pengelolaan kawasan ini direncanakan berjalan secara produktif dan mandiri, di antaranya dengan menerapkan sistem kartu pelanggan untuk mengakses fasilitas, agar kualitas dan keberlanjutan kawasan tetap terjaga,” jelas Hermus.
Hermus juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kebersihan, termasuk tidak membuang pinang sembarangan, merusak fasilitas yang telah dibangun dengan uang rakyat.
Selain itu, Proyek revitalisasi KAP Borarsi ini menelan anggaran sebesar Rp 67 miliar dan dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi generasi sekarang dan mendatang.
Bupati Hermus kemudian mengajak seluruh masyarakat Manokwari untuk menjaga RTP Borarsi sebagai rumah besar bersama, tempat mengekspresikan identitas budaya Papua, dan bukan menjadi ruang konflik.
”Mari jaga dan manfaatkan KAP Borarsi ini dengan bijak. Ini adalah bukti kasih Tuhan kepada kita melalui pemerintah. Semua untuk Manokwari, Manokwari untuk semua,” pungkas Hermus.
Ia menambahkan dukungan dari semua pihak terutama dukungan dari Bappeda dan Dinas Keuangan untuk memastikan perencanaan dan penganggaran berkelanjutan, serta peran teknis dari OPD terkait.
Kepala Balai Kementerian PUPR Provinsi Papua Barat , Wahyu Tri Nugroho menyampaikan bahwa kawasan yang ditata mencakup area seluas 24.950 m² dengan luas bangunan mencapai 4.900 m².
Selain bangunan utama, kawasan ini juga dilengkapi dengan lapangan olahraga, sistem pencahayaan yang memadai, pendingin ruangan (AC), sistem tata suara, dan sistem pemadam kebakaran. Dalam proses pembangunannya, Balai Kementerian PUPR melibatkan berbagai pihak dan masyarakat.
”Kami berharap dengan dilakukannya serah terima ini, kawasan ini dapat segera dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Manokwari dan Papua pada umumnya,” ungkap Wahyu
PSR-CP










