MANOKWARI, cahayapapua.id—Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat menggelar pelatihan pelayanan kontrasepsi bagi bidan di fasilitas pelayanan kesehatan angkatan 2023, di Aston Niu, Manokwari, Senin (16/10/2023). Pelatihan diikuti 15 orang bidan dari 5 kabupaten se-Papua Barat.
Kepala Perwakilan BKKBN Papua Barat Philmona Maria Yarollo mengatakan dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki keluarga yang terencana mengakibatkan penggunaan alat kontrasepsi semakin meningkat. Hal ini harus ditunjang dengan tenaga kesehatan yang profesional.
“Kita butuh tenaga kesehatan yang dapat melayani berbagai jenis metode atau cara kontrasepsi yang paling cocok dengan kondisi masing-masing peserta KB,” ujarnya.
Menurut Philmona Maria Yarollo, metode kontrasepsi seperti IUD (intrauterine device) dan KB implan memerlukan kompetensi khusus dalam pemasangan maupun pencabutannya. Sehingga selain memerlukan pengetahuan (kognitif) diperlukan pula kemampuan (skill) yang khusus.
“Oleh karena itu dibutuhkan pelatihan bagi para tenaga medis yang bersifat langsung pada klien (hands-on) sehingga peserta pelatihan mampu melakukannya secara mandiri setelah mengikuti pelatihan Pelayanan Kontrasepsi ini,” ujar Philmona.
Ia menyampaikan, saat ini pemerintah terus dengan berbagai langkah membangun kualitas penduduk. Salah satunya melalui penyelenggaraan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
“Kegiatan ini berupaya untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat dalam upaya mempercepat tumbuhnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mempercepat penurunan dan pencegahan prevalensi angka stunting khususnya di Provinsi Papua Barat,“ tuturnya.
Lanjutnya, Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) adalah untuk mempersiapkan bidan agar memiliki pengetahuan, keterampilan dan perilaku sebagaimana yang menjadi tujuan pelatihan berbasis kompetensi. Mampu berkontribusi penuh pada pelayanan dan peningkatan kualitas Program Keluarga Berencana (KB) bagi masyarakat khususnya di fasilitas kesehatan.
“Dengan meningkatnya kualitas pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan maka akan mendorong percepatan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan bahkan pada pelaskanaan program Prioritas Nasional yaitu penurunan Stunting di provinsi Papua Barat Daya, Program Keluarga Berencana (KB) akan berkontribusi melalui pemngaturan jarak kehamilan yang ideal (KB Pasca persalinan dan Pasca Keguguran),“ jelas Philmona.
Selain itu, Program Keluarga (KB) juga ikut berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (ABI) yang menjadi indikator keberhasilan bidang kesehatan. Oleh karena itu dapat dinyatakan berhasil dan hebatnya tenaga kesehatan setelah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
Ketua Pokja Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Papua Barat, Baso Pikres, mengatakan bagaimana meningkatkan kemampuan atau skill keterampilan bagi dokter dan bidan di dalam memberikan pelayanan KB di fasilitas pelayanan kesehatan khususnya untuk cara KB implan dan IUD.
“Kita berharap bahwa dengan adanya bidang atau dokter terlatih ini dapat meningkatkan cakupan pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan khususnya untuk pelayanan pelayanan implan dan IUD,“ ujarnya.
Untuk pelatihannya sendiri, kata Baso, akan dilaksanakan selama 7 hari, mulai 16-22 Oktober 2023. Dalam pelatihan peserta akan mendapat materi teori dan juga simulasi.
“Pada hari terakhir peserta kemudian diuji lagi, untuk menentukan apakah peserta itu dinyatakan lulus kompetensi atau tidak. Sehingga setelah itu mereka akan akan turun langsung ke lapangan seperti di Distrik Prafi dan Distrik Masni Kabupaten Manokwari,“ tutup Baso. (PSR-CP)










