Pelatihan Pemandu Wisata di Manokwari, Wabup Ajak Jadi Duta Pariwisata Daerah ‎

MANOKWARI, cahayapapua.id- Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan menggelar pelatihan pemandu wisata bagi pelaku usaha jasa wisata, Kamis (25/9/2025).

‎Kegiatan yang diikuti 40 peserta ini melibatkan pemandu berpengalaman maupun pemula yang selama ini mendampingi wisatawan di berbagai destinasi unggulan Manokwari.

‎Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari, Immanuel Pangaribuan, melaporkan bahwa pelatihan pemandu wisata menjadi kebutuhan penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini bertujuan memastikan adanya regenerasi sekaligus peningkatan kualitas layanan wisata di daerah.

‎“Pemandu wisata adalah ujung tombak penyampaian informasi tentang keindahan alam, budaya, hingga cerita di balik objek wisata kita. Mereka juga berperan sebagai duta daerah yang memperkenalkan kekayaan Manokwari,” ujarnya.

‎Dalam pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan dasar dan pengetahuan tambahan yang relevan. Materi yang diberikan mencakup penguasaan bahasa Inggris, pemahaman data destinasi wisata, hingga teknik komunikasi yang ramah dan santun kepada wisatawan. Peserta juga dilatih memperkaya informasi yang disampaikan agar mampu memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung.

‎“Harapannya, dengan bekal ini, para pemandu bisa memberikan pelayanan yang lebih baik, menambah kenyamanan wisatawan, dan membuat mereka ingin kembali lagi ke Manokwari,” tambah Immanuel.

‎Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPD Papua Barat. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat kelembagaan pemandu wisata sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk pelatihan di luar negeri.

‎Sementara itu, Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pemandu wisata memegang peranan vital dalam mengangkat citra positif Manokwari di mata dunia.

‎“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata atas inisiatif ini, juga kepada para instruktur yang telah berbagi ilmu dan pengalaman. Semoga bekal yang diperoleh bisa menjadi dasar untuk menjadi pemandu wisata yang profesional dan berdaya saing,” kata Mugiyono saat menutup kegiatan pelatihan tersebut.

‎Ia menekankan bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang berpotensi besar meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. Kekayaan alam dan budaya Manokwari yang luar biasa, seperti pantai pasir putih, Gunung Arfak, Danau Anggi, hingga objek wisata budaya dan sejarah, perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

‎“Pemandu wisata memiliki peran penting dalam membentuk citra positif daerah di mata wisatawan. Oleh karena itu, saya berharap para peserta pelatihan ini terus meningkatkan kompetensi dan senantiasa menjunjung tinggi etika profesi. Berikan pelayanan terbaik, jadilah pemandu yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi tinggi,” pesannya.

‎Mugiyono juga berharap para pemandu wisata yang telah mengikuti pelatihan dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh. Ia mengingatkan bahwa pemandu wisata bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga agen perubahan yang membawa dampak positif bagi perkembangan pariwisata Manokwari.

‎“Mari kita bersama-sama membangun pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat dan daerah,” tutupnya.

‎PSR-CP