Bawaslu Petakan Kerawanan Pilkada Papua Barat, Sebut Ada Potensi Gangguan 

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Papua Barat memetakan tingkat kerawanan Pilkada 2024 di Papua Barat. Hasilnya, Papua Barat disebut masih menyisakan beberapa potensi gangguan.

Hal ini terungkap dalam sosialisasi pengawasan partisipatif dan peluncuran hasil pemetaan kerawanan Pemilu 2024, Sabtu (31/8/2024). Sosialisasi dibuka secara langsung oleh Ketua Bawaslu Papua Barat Elias Idie.

Sosialisasi dihadiri berbagai elemen. Di antaranya Kapolda Papua Barat, perwakilan Kabinda Papua Barat, Perwakilan Kodam XIII/Kasuari dan Kafasharkan TNI AL

Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Elias Idie mengungkapkan bahwa potensi kerawanan yang terjadi pada setiap tahapan tentunya dari sisi pemetaan menjadi semacam gambaran bagi Bawaslu bahwasanya ada kemungkinan dalam setiap tahapan ada hal-hal yang berpotensi terjadi.

Menurutnya, selama ini secara proses indeks kerawanan pemilu pada pemetaan, hanya dirilis dari Bawaslu RI. Namun pihaknya berharap ada rilisan yang juga dilakukan oleh regional Bawaslu di provinsi masing-masing.

“Pada proses ini bahwasanya kalau kita kemudian mengikuti hasil rilis Bawaslu RI dan secara umum itu ada kemungkinan bahwa pemetaan secara spesifik di kabupaten masing-masing ataupun provinsi. Kalau misalnya ada dimensi kerawanan tinggi kita tidak tahu faktornya apa dan hal apa yang terjadi,” jelasnya.

Sementara itu terkait dengan dimensi, khusus di tanah Papua, ada empat dimensi yang selama ini relatif tinggi. Di antaranya dimensi sosial dan politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi dan partisipasi.

“Dalam hal ini, pemetaan kerawanan papua barat kemudian menjadi komitmen bersama tidak hanya pihak Bawaslu namun tanggung jawab semua pihak untuk mewujudkan pemilu yang bermartabat, “katanya.

Ketua panitia, Feredrik Abidondifu mengatakan, sosialisasi yang dilakukan merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa proses demokrasi akan berjalan dengan lancar tanpa gangguan. Semua pihak kata dia, harus ambil peran dalam menciptakan kondisi itu.

“Penting bagi kita untuk memahami dan mengidentifikasi potensi kerawanan yang dapat mengganggu kelancaran proses pemilihan. Dan ini tidak bisa dilakukan sendiri sendiri. Harus melibatkan elemen elemen di masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan hasil yang diluncurkan hari ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi. Kata Feredrik, tujuannya satu, yakni mewujudkan pilkada yang bersih, jujur dan adil.

“Hasil ini juga diharapkan dapat menjadi panduan bagi kita semua dalam merumuskan langkah-langkah terpenting serta memperkuat pengawasan di lapangan,” jelasnya.

Bawaslu juga menyadari bahwa tantangan dalam penyelenggaraan Pilkada 2024 tidak muda. Namun dengan adanya pemetaan ini kemudian menjadi tolak ukur untuk mengantisipasi dan menghadapi tantangan tersebut.

“Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan mastikan bahwa setiap tahapan pemilihan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi,” imbuhnya.

 

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *