Massa Tuntut Seleksi CPNS Pemkab Manokwari Dibatalkan

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id – Puluhan massa berunjuk rasa dan melakukan blokade di pintu masuk Kantor Bupati Manokwari, Senin (29/7/2024). Aksi ini sebagai bentuk protes setelah mereka dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi Calon Pegawi Negeri Sipil (CPNS) formasi 2021.

Dalam aksinya, massa membentangkan spanduk. Mereka juga membakar ban di sekitar gerbang kantor Bupati Manokwari.

Dalam orasinya, masa menginginkan penjelasan dari Bupati Manokwari Hermus Indou terkait nasib mereka yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi.

“Kami hanya buka gerbang jika Bupati datang dan menemui kami untuk menjelaskan apa bagaimana nasib kami,” ujar salah seorang pengunjuk rasa.

Dalam orasinya massa juga menuntut BKD menghentikan seluruh proses seleksi CPNS. Selain itu mereka juga menuntut kebijakan pemerintah agar mereka yang tidak lolos seleksi administrasi tetap ikut serta dalam tes selanjutnya.

“Kami juga meminta agar kuota CPNS OAP bukan lagi 20% dan 80%. Melainkan harus 100% OAP,” tegas pengunjuk rasa.

Sekda: 80% Lebih Jatah CPNS Diisi OAP

Tak berselang lama, pengunjuk rasa ditemui oleh Sekda Manokwari Hendri Sembiring. Hendri menjelaskan, mereka yang tidak lolos tes administrasi dapat mempersiapkan berkas untuk seleksi CPNS berikutnya.

“Pak Bupati sementara masih ada tugas di luar. Dari penyampaian bapak ke saya agar disampaikan ke saudara sekalian, penerimaan CPNS bukan hanya saat ini saja. Ke depannya akan ada tes lagi maka yang tidak lolos pemberkasan agar didata sehingga berkasnya dapat dilengkapi,” ungkap Sembiring.

Menurut Henri Sembiring, CPNS yang tidak lolos seleksi akan tetap didata ulang. Dan mereka akan mendapatkan prioritas pada penerimaan CPNS berikutnya.

Hendri juga menjawab tuntutan massa yang meminta seleksi tahun ini dibatalkan. Kata Hendri, apabila dibatalkan maka tidak akan ada lagi penerimaan CPNS yang disetujui oleh Menpan.

”Jadi kalau yang sekarang dibatalkan rugi karena sudah persetujuan Menpan. Ini juga akan membuat Kabupaten Manokwari tidak bisa lagi membuka seleksi CPNS berikutnya,” jelas Sembiring.

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa kuota penerimaan CPNS 2021 ini sebanyak 80% lebih diisi oleh OAP.

”Dari data yang saya terima itu dari 3.786 pendaftar, 2.700 diantaranya lulus seleksi berkas administrasi. Dan untuk 1.737 itu merupakan pendaftar OAP. Dan untuk pendaftaran dari suku Arfak ada sekitar 1.500 pendaftar,” ungkapnya.

Usai mendengar penjelasan dari Sembiring, massa tetap menolak dan mendesak agar seleksi dibatalkan, sampai mereka bertemu langsung dengan Bupati Manokwari.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *