MANOKWARI, cahayapapua.id – Bupati Manokwari, Hermus Indou buka Festival Tamborine 2024 Manokwari yang diikuti 11 Tim dari gereja, bertempat di Gedung Gereja GPdI Betesda Bumi Marina, Senin (15/04/2024)
Piala bergilir Penari festival tamborin 2024 Manokwari dengan tema “Power Of Love” merupakan Festival perdana yang dilakukan di Manokwari. Pada Festival ini juga dilakukan Workshop Tamborin pada selasa 16 april dan KKR Umum dilakukan pada selasa 16 april
Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan kegiatan dilaksanakan untuk membuktikan bahwasanya gereja bisa menjadi gereja yang dinamis dan produktif. Gereja yang dinamis dan produktif adalah gereja yang tidak hanya di satu tempat dan tidak mengalami pergerakan yang maju dari satu tempat ketempat yang lain atau mengalami akselerasi dalam banyak hal-hal Tuhan rancangkan bagi kehidupan manusia
“Karena itu gereja harus mengalami pergerakan yang maju dari waktu ke waktu, “kata Hermus
Lanjut Hermus, berbicara tentang pengakuan disini berarti berbicara soal pertumbuhan tetapi juga berbicara soal pencapaian-pencapaian yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Ini yang perlu diperhatikan kedepan dan gereja harus menjadi gereja yang produktif yang mampu menghasilkan dan juga mampu menjadi gereja yang bisa mengenali dirinya dengan baik, mengenali apa Pontensi yang dimilikinya.
“Saya pikir pergelaran festival tamborin ini juga mendedikasikan kepada kita bahwa gereja ini merupakan gereja yang sedang bergerak maju dan produktif, “ungkap Hermus
Menurut Hermus, Segala sesuatu yang di selenggarakan ini adalah moto pujian hormat dan kemuliaan bagi Tuhan ditempat yang maha tinggi atau dengan kata lain ini adalah wujud ibadah yang dapat dipersembahan bagi tuhan ditempat ini
“kegiatan ini juga ingin menjadi ingin mewujudkan makna manokwari sebagai kota injil, dengan harapan kegiatan ini akan terus berlanjut kedepan dan bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh masyarakat kita, “ucapnya
Hermus juga menambahkan, Hal ini juga sangat penting bagi anak-anak muda. Sehingga anak-anak mudah tidak boleh dibiarkan berada diluar melainkan mereka harus ada di dalam gereja karena kita mengenang pembangunan berkelanjutan
“Anak muda harus ada dalam gereja sebagai pembangunan yang berkelanjutan dalam berperan dalam masanya masing-masing karena itu harus dipersiapkan dari sekarang sesuai dengan potensi dan talenta yang dimilikinya, “pungkas Hermus
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia, Joshua Kolompoy mengatakan Festival tamborin ini bukan hanya mereka menari begitu saja tetapi ada penyembahan yang mereka keluarkan dalam kehidupan mereka untuk memuji Tuhan, mempersatukan tubuh Kristus dalam kota manokwari serta untuk memenangkan jiwa lewat tarian yang mereka berikan
Ia menyampaikan, festival ini juga menjadi dampak dan berkat bagi kota manokwari khususnya melalui inovasi dan improvisasi tarian yang memuliakan nama Tuhan Yesus
“Oleh karena itu, melalui festival ini kita berkarya untuk mewujudkan yang mana mungkin sebelumnya belum pernah ada dan perdana di manokwari festival tamborin ini. Selain festival ini kedepan kita juga akan lakukan festival-featival yang lain sebagainya, “tuturnya
PSR – CP
