MANOKWARI, cahayapapua.id- Universitas Papua (UNIPA) menerima dana Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri (PRPTN) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi. Dana PRPTN yang pertama kalinya diterima UNIPA ini sebesar Rp80,8 miliar.
Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UNIPA, Andoyo Supriyantono mengatakan, ini untuk pertama kalinya UNIPA menerima dana PRPTN dari Kemendikbudristek. Dari total anggaran Rp80,8 miliar, Fakultas Peternakan (Fapet) kebagian anggaran sebanyak lebih dari Rp4,2 miliar.
“Saya juga merasa optimistis dengan adanya kucuran dana Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri (PRPTN), karena dapat meningkatkan kualitas praktikum yang berujung peningkatan kualitas kelulusan,“ ungkap Andoyo Supriyantono saat diwawancarai media, di Manokwari, Rabu (6/3/2024).
Menurut Andoyo, anggaran yang sudah diterima tersebut kemudian berfokus untuk pengadaan alat laboratorium, baik itu laboratorium dalam gedung maupun laboratorium di lapangan.
“Selain pengadaan alat laboratorium, anggaran juga digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana di gedung Fapet Unipa,” tuturnya.
Lanjut Andoyo, laboratorium Fapet Unipa terbagi menjadi tiga, yakni laboratorium peternakan, laboratorium nutrisi dan laboratorium lapangan yang disebut juga taman ternak. Dari masing-masing laboratorium ini memiliki sub-unitnya masing-masing.
Dengan adanya pengadaan alat laboratorium dalam jumlah banyak dan lengkap, maka kualitas praktikum di Fapet Unipa juga meningkat, karena tidak perlu lagi ada antrean penggunaan alat untuk penelitian bagi sesama mahasiswa, maupun dosen dan mahasiswa.
“Oleh karena itu, mahasiswa Fapet Unipa akan lebih cepat menyelesaikan masa studinya karena penelitiannya tidak lagi membutuhkan waktu yang lama setelah didukung alat laboratorium yang cukup dan berkualitas,“ ujarnya.
Andoyo juga mengaku, antar mahasiswa dan dosen Fapet Unipa harus saling menunggu ketika akan menggunakan alat laboratorium untuk melakukan penelitian mengeringkan bahan makanan seperti rumput. Bahkan, mahasiswa Fapet Unipa terkendala saat mempelajari genetika ternak, khususnya menganalisis DNA karena ketidakadaan alat di laboratorium.
“Jika kita punya alat laboratorium, pada saat mahasiswa akan mengambil darah sapi, saya minta mereka melihat kromosomnya. Jadi, mengaplikasikan langsung apa yang dipelajari dalam kelas,” jelasnya
Ia juga menjelaskan, bahwasanya kelengkapan alat laboratorium Unipa tidak hanya berdampak bagi civitas akademik, tetapi masyarakat secara umum yang ingin menggunakan laboratorium. Dengan demikian Fapet Unipa juga bisa memperoleh pundi-pundi pemasukan dari laboratorium yang akan digunakan untuk biaya operasional.
“Ini sejalan dengan transformasi Unipa kedepannya, yakni dari satuan kerja menjadi badan layanan umum (BLU). Jadi hampir semua universitas yang awalnya satker itu dimintakan untuk meningkatkan statusnya menjadi BLU, “katanya
Ia menambahkan, selain pengadaan alat laboratorium, dana PRPTN sebesar Rp4,2 miliar lebih, ini juga akan digunakan untuk peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan Fapet Unipa, melalui beberapa lokakarya yang sudah direncanakan seperti penguatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan MBKM dan rencana pembelajaran semester (RPS)
Adapun Fapet Unipa menyediakan empat program studi, dengan dua di antaranya untuk program sarjana, yakni S1 Peternakan dan S1 Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak. Sementara untuk program diploma III (D3), Fapet Unipa menawarkan D3 Kesehatan Hewan dan D3 Budidaya Ternak.
PSR – CP
