MANOKWARI, cahayapapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou akan memberi prioritas pembangunan infrastruktur di Distrik Mokwam. Untuk mendukung proyeksi itu, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran Rp9 miliar.
Kepala Dinas PUPR Manokwari, Emba Rantelino mengatakan, anggaran Rp9 miliar ini akan dialokasikan untuk pembangunan ruas jalan baru dari Distrik Mokwam hingga Kali Prafi.
“Ruas jalan baru dari Distrik Mokwam sampai dengan Kali Prafi memiliki total panjang sekitar 12 kilometer. Dan pekerjaan tahun ini PUPR Manokwari meneruskan pekerjaan tahun 2023. Di mana tahun 2023, dana yang dikeluarkan Rp7 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) transportasi pedesaan,” papar Emba, Selasa (16/1/2024).
Emba menyampaikan, tahun 2023 Pemkab Manokwari telah berhasil menyelesaikan pembangunan jalan baru sepanjang 2,4 kilometer dengan jenis jalan padat agregat (japat). Untuk tahun ini, dengan anggaran sebesar Rp9 miliar yang bersumber DAK transportasi pedesaan, pihaknya menargetkan ada penambahan 3 kilometer.
“Paket pembangunan jalan yang kita lakukan ini, sekaligus dengan membuka hutan. Jadi kita membuat ruas jalan baru. Kemudian kita berharap anggaran akan terus berlanjut sampai akhirnya ruas jalan Mokwam sampai dengan Kali Prafi bisa tembus,” tuturnya.
Kata Emba, ruas jalan tersebut diproyeksi menjadi jalan alternatif yang bisa menghubungkan Kabupaten Manokwari dengan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf).
“Bahkan menurut hemat kami ini bisa jadi ruas jalan utama nantinya. Karena topografi jalan tersebut landai, tidak ada tanjakan ekstrem seperti jalan yang ada saat ini,” pungkas Emba.
Ia menjelaskan, ruas jalan Mokwam-kali Prafi akan menjadi jalan terbaik menuju Kabupaten Pegaf. Karena ruas jalan bisa digunakan oleh semua jenis kendaraan.
Berbeda dengan ruas jalan saat ini yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan khusus dobel gardan diakibatkan adanya tanjakan ekstrem yang beberapa kali menimbulkan terjadinya banyak kecelakaan
“Jadi ruas jalan ini nantinya akan menghubungkan dengan jalan provinsi yang sudah ada. Tapi karena landai, semua kendaraan bisa lewat, bahkan mobil angkutan pedesaan juga bisa lewat,” jelasnya.
Emba juga mengatakan, pada saat mengerjakan jalan Mokwam-Kali Prafi banyak kendala yang sering dihadapi seperti kendala alam dan kendala sosial. Di mana kendala alam yaitu daerah tersebut sering hujan, yang membuat pengerjaan semakin sulit.
“Dalam parameter perencanaan geometrik jalan, yang menjadi acuan kita adalah kondisi yang ekonomis. Tapi ketika dihadapkan pada persoalan hak ulayat, kadang kita harus menempuh pekerjaan yang lebih sulit, pekerjaan galian yang juga cukup besar memakan biaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, agar paket pekerjaan 2024 bisa segera dilakukan, pihaknya saat ini sedang mengurus dokumen pelelangan. Jika nantinya seluruh dokumen sudah dipenuhi, pihaknya bisa segera melakukan lelang dan proyek bisa segera dikerjakan.
“Jika proyek dapat dikerjakan, kendala-kendala di lapangan bisa diantisipasi. Kita estimasi dalam waktu 4-5 bulan pekerjaan jalan itu bisa diselesaikan,” tutupnya.
PSR-CP
